Ilustrasi seseorang dengan toxic productivity (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Toxic productivity adalah kondisi ketika seseorang terlalu memaksakan diri untuk terus bekerja dan merasa bersalah saat beristirahat, yang akhirnya justru bisa berujung pada burnout dan masalah kesehatan mental.
Mungkin kalian bertanya - tanya "Lah bukannya produktif itu bagus ya?" Pada dasarnya, melakukan hal yang produktif memang bagus.
Namun, seperti peribahasa yang kita ketahui, semua hal yang berlebihan itu tidak baik. obsesi terhadap produktivitas yang berlebihan akan membawa dampak buruk pada fisik dan mental.
Nah, salah satu dampaknya adalah burnout. Menurut Indeed, ada peningkatan kasus burnout pada karyawan sebanyak 52% pada tahun 2021.
Tentunya hal ini menunjukan bahwa toxic productivity dapat menimbulkan dampak yang buruk pada tubuh dan mental serta efisiensi profesional.
Ingin tahu apakah yang kalian lakukan adalah tindakan toxic productivity? Simak penjelasannya berikut yang dilansir dari Psychology Today dan Medium.
1. Indikasi atau Gejala Toxic Productivity
Seseorang yang memiliki toxic productivity, terus-menerus terobsesi dengan produktivitas bahkan hingga mengorbankan kesehatan, waktu, keluarga dan Istirahat.
Tentunya, gejala toxic productivity dapat diidentifikasi dengan melihat beberapa poin berikut ini.
Gejala yang pertama adalah tidak mampunya seseorang untuk beristirahat dengan tenang.
Duduk santai tanpa melakukan apa pun sering dianggap membuang waktu, sehingga tubuh boleh jadi istirahat, tapi pikiran tetap sibuk menyalahkan diri sendiri.
Bahkan setelah seharian penuh bekerja atau menyelesaikan banyak hal, masih saja muncul pikiran bahwa apa yang dilakukan kurang produktif.
Akhirnya, penghargaan terhadap usaha sendiri jadi minim, dan rasa lelah justru semakin menumpuk.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
