Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 15.31 WIB

Mengapa Kita Menunda Pekerjaan? Begini Psikologi Procrastination yang Perlu Dipahami

Prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan kerap dipicu faktor psikologis seperti stres, perfeksionisme, hingga rendahnya manajemen waktu.

JawaPos.com – Menunda pekerjaan atau yang dikenal dengan istilah procrastination merupakan fenomena yang sering dialami banyak orang, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja profesional. Kebiasaan ini bukan hanya sekadar “malas” atau kurang disiplin, melainkan erat kaitannya dengan faktor psikologis yang lebih kompleks.

Menurut Halodoc, procrastination didefinisikan sebagai kecenderungan untuk menunda tugas atau pekerjaan yang seharusnya bisa segera diselesaikan, meskipun tahu bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif.

Fenomena ini semakin marak terutama di era digital, di mana distraksi dari media sosial dan gawai sangat mudah mengalihkan perhatian.

Mengapa Prokrastinasi Terjadi?

Pertanyaan “mengapa” kita menunda pekerjaan menjadi inti dari fenomena ini. Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor penyebab, antara lain: rasa takut gagal, perfeksionisme, kecemasan, hingga kurangnya keterampilan manajemen waktu.

Perfeksionisme misalnya, justru bisa membuat seseorang menunda pekerjaan karena ingin hasil sempurna, sehingga enggan memulai sebelum semua kondisi terasa ideal. Sementara itu, kecemasan dapat membuat seseorang menghindari tugas karena dianggap terlalu sulit atau membebani.

Artikel Hello Sehat menambahkan bahwa prokrastinasi juga berkaitan dengan mekanisme otak. Ketika menghadapi tugas yang terasa berat, otak lebih memilih aktivitas yang memberi kepuasan instan seperti menonton video, bermain gim, atau berselancar di media sosial. Hal ini membuat seseorang merasa nyaman sesaat, meski pada akhirnya tugas tetap menumpuk.

Dampak Prokrastinasi

Fenomena ini tidak bisa dianggap remeh. The Conversation menulis bahwa prokrastinasi berdampak luas pada kehidupan individu, mulai dari penurunan performa akademik, produktivitas kerja, hingga kesehatan mental. Kebiasaan menunda pekerjaan yang berulang bisa memicu stres kronis, rasa bersalah, bahkan depresi ringan.

Riset yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health juga menemukan bahwa mahasiswa yang sering melakukan prokrastinasi cenderung mengalami kualitas tidur yang buruk dan tingkat kecemasan lebih tinggi. Hal ini menunjukkan adanya hubungan erat antara kebiasaan menunda dengan kesejahteraan psikologis.

Bagaimana Mengatasinya?

Lalu bagaimana cara mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan? Psikolog merekomendasikan beberapa strategi. Pertama, membagi pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil agar terasa lebih ringan. Kedua, menetapkan prioritas dengan teknik seperti to-do list atau metode Pomodoro.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore