
Ilustrasi: Orang mengalami overthingking. (Freepik/creativeart)
JawaPos.com - Pernah merasa pikiran kamu seperti mesin yang tidak bisa dimatikan? Setiap detail kecil dalam hidup terus diputar ulang di kepala, membuat tidur tak nyenyak dan hati terasa cemas.
Jika ya, kamu tidak sendirian, overthinking adalah “penyakit” modern yang diam-diam menggerogoti energi dan kebahagiaan kita. Kabar baiknya, ada cara sederhana namun efektif untuk menghentikan kebiasaan itu.
Mulai dari mengajukan satu pertanyaan sederhana pada diri sendiri hingga melatih mindfulness, enam perilaku ini bisa membantu kamu mengendalikan pikiran yang berlebihan, mendapatkan perspektif baru, dan menjalani hari dengan lebih tenang seperti dirangkum dari laman Your Tango!
1. Ajukan Pertanyaan Kunci pada Diri Sendiri
Sebelum tenggelam dalam kekhawatiran, tanyakan: “Apakah ini realistis?” Misalnya, kamu merasa salah bicara di rapat. Apakah itu benar-benar berarti kamu akan kehilangan pekerjaan? Kemungkinan besar tidak.
Pertanyaan ini menantang asumsi yang lahir dari emosi, membantu kamu membedakan mana yang fakta dan mana yang sekadar perasaan. Metode ini membuat kita lebih fokus pada hal yang berada dalam kendali kita dan mengurangi beban pikiran.
2. Ganti “Skrip Lama” Dalam Pikiran
Jika jawaban dari pertanyaan sebelumnya adalah tidak, berarti saatnya menghapus narasi negatif yang sudah melekat sejak lama. Ganti dengan kalimat positif seperti, “Tidak apa-apa membuat kesalahan. Saya cukup. Saya sedang belajar”. Dengan latihan, otak akan terbiasa menerima pola pikir baru dan kamu bisa move on lebih cepat.
3. Berdoa untuk Jeda Pikiran
Doa bukan hanya untuk pemeluk agama tertentu. kamu bisa merangkai kata sendiri atau memakai doa universal seperti Doa Ketenangan. Doa sendiri memberi “ruang istirahat” mental dari kekhawatiran, membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lebih menenangkan, bahkan memberi makna pada situasi sulit.
4. Sediakan Waktu Khusus untuk Refleksi
Alih-alih membiarkan pikiran melompat-lompat, jadwalkan momen untuk mengingat hal-hal positif yang pernah terjadi. Catat di jurnal atau sekadar mengulangnya di kepala. Ini waktu yang tepat untuk mencari masukan dan memikirkan cara meningkatkan diri tanpa terjebak dalam kritik diri yang berlebihan.
5. Tetapkan “Waktu Khawatir”
Kedengarannya aneh, tapi efektif. Luangkan 15 menit di akhir hari khusus untuk memikirkan kekhawatiran kamu. Dengan begitu, saat rasa cemas muncul di siang hari, kamu bisa menundanya, “Nanti saja, ada jamnya.”
Teknik ini, yang diambil dari terapi perilaku kognitif, terbukti mengurangi kecemasan, meningkatkan fokus, dan memperbaiki kualitas tidur.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
