Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 01.39 WIB

5 Cara Efektif Mengatasi Overthinking Agar Pikiran Lebih Tenang dan Fokus

Overthinking membawa dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mental maupun kualitas hidup. (Pexels) - Image

Overthinking membawa dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mental maupun kualitas hidup. (Pexels)

JawaPos.com - Overthinking atau kebiasaan berpikir secara berlebihan seringkali muncul tanpa diduga atau disadari.

Ketika pikiran mulai memunculkan berbagai skenario, kekhawatiran, serta kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi. Kondisi ini dapat menimbulkan beban mental yang perlahan dapat mengikis ketenangan, dan ketika tidak terkelola dengan baik, aktivitas keseharian pun dapat ikut terganggu.

Overthinking membawa dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mental maupun kualitas hidup. Jangan salah, pikiran yang terus berputar mampu menguras emosi, menurunkan fokus, menghambat produktivitas, hingga memicu rasa cemas dan mengakibatkan sulit untuk tidur.

Ketika kekhawatiran berlebihan muncul, hal ini justru dapat menarik sesuatu yang dapat menghambat ketenangan dan kemampuan seseorang untuk berkembang.

Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai lima langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking supaya energi pikiran dapat kembali seimbang, positif, dan beralih ke hal-hal yang lebih bermanfaat.

Kenali Pola Overthinking

Pola overthinking sering muncul dari hal internal yang sulit dikendalikan, dan pemicunya pun bisa sangat beragam. Seseorang yang mengalami overthinking seringkali memiliki ketakutan mendalam terhadap kegagalan, pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan, atau ingin selalu merasa aman dalam setiap keputusan.

Ketika tidak menemukan jalan atau solusi untuk suatu masalah, otak kemudian memutar ulang kecemasan yang sama berkali-kali. Inilah yang membuat seseorang terjebak dalam lingkaran overthinking yang seakan tidak ada ujungnya.

Overthinking biasanya muncul pada momen ketika seseorang berada dalam tekanan, baik tekanan pekerjaan, hubungan, maupun perubahan hidup yang besar. Namun, tidak jarang pula overthinking muncul justru ketika seseorang sedang tidak melakukan apa-apa.

Pikiran yang terlalu kosong juga dapat memberi ruang bagi berbagai skenario negatif yang belum tentu terjadi untuk berkembang, terutama pada malam hari ketika tubuh mulai beristirahat tetapi otak masih tetap aktif. Pada saat inilah kekhawatiran kecil berubah menjadi pikiran berulang yang mengganggu ketenangan dan membuat seseorang sulit tidur.

Maka dari itu, perlu untuk memahami pola pikir sebagai langkah awal untuk mengelola pikiran secara lebih sehat. Dengan mengenali pola ini, seseorang dapat mulai menyadari kapan dirinya harus berhenti, mengalihkan fokus, atau menerapkan teknik relaksasi supaya dapat kembali berpikir positif, dan terarah menuju hal-hal yang lebih bermanfaat.

Menerapkan Teknik Circle of Control

Teknik circle of control menjadi salah satu cara efektif untuk meredakan overthinking karena membantu seseorang membedakan mana hal yang dapat dikendalikan dan mana yang berada di luar kuasa dirinya. Teknik ini penting adalah karena overthinking sering kali tumbuh dari keinginan untuk mengendalikan sesuatu yang sebenarnya berada di luar jangkauan.

Ketika seseorang terus berusaha memikirkan kemungkinan buruk, mencoba memprediksi hasil, atau ingin memastikan segala sesuatu berjalan sempurna, pikiran justru semakin penuh dan terjebak dalam kecemasan yang berulang. Circle of control hadir sebagai batas yang menenangkan, membantu seseorang fokus pada faktor yang benar-benar bisa diubah, bukan pada hal-hal yang hanya menguras energi dan mental.

Teknik ini paling efektif digunakan ketika pikiran mulai terasa penuh, tidak terarah, dan mulai memunculkan skenario-skenario negatif yang menekan. Situasi tersebut biasanya terjadi pada momen penuh tekanan, baik dalam urusan pekerjaan, hubungan, maupun saat menghadapi keputusan besar.

Circle of control juga sangat berguna jika diterapkan pada malam hari, ketika tubuh ingin beristirahat tetapi pikiran justru semakin aktif memunculkan kekhawatiran yang belum tentu terjadi.

Dengan langsung memetakan apa yang bisa dan tidak bisa dikendalikan, seseorang dapat menghentikan alur pikiran yang berlebihan sebelum berkembang menjadi kecemasan yang lebih besar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore