Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 21.45 WIB

Mengenali 9 Ungkapan Sehari-hari yang Sering Digunakan Orang Kurang Berhasil

Ilustrasi seorang pria tampak duduk merenung sendirian di ruangan kerja yang kosong, mencerminkan ketidakmampuan untuk bertindak dan merasa buntu. (Freepik ) - Image

Ilustrasi seorang pria tampak duduk merenung sendirian di ruangan kerja yang kosong, mencerminkan ketidakmampuan untuk bertindak dan merasa buntu. (Freepik )

JawaPos.com - Pola pikir seseorang dapat tercermin jelas dari kata-kata yang mereka gunakan sehari-hari. Kebiasaan berbicara dapat secara psikologis mengungkap mentalitas, entah itu yang progresif ataupun yang menghambat. Ada frasa-frasa tertentu yang secara mengejutkan sering diucapkan oleh orang yang kurang berhasil.

Melansir dari Geediting.com Rabu (13/8), psikologi menyoroti sembilan ungkapan yang cenderung digunakan oleh orang-orang yang tidak meraih kesuksesan. Mengenali dan menghindari ungkapan ini adalah langkah penting. Mari kita pahami mengapa frasa-frasa tersebut menghambat kemajuan.

1. "Saya tidak punya waktu"

Ungkapan ini adalah alasan yang paling umum untuk menghindari tanggung jawab atau tugas yang penting. Ini menunjukkan manajemen waktu yang buruk dan ketidakmauan untuk memprioritaskan hal penting. Frasa ini menjadi cara untuk melepaskan tanggung jawab.

2. "Saya tidak beruntung"

Orang yang tidak berhasil sering menyalahkan faktor eksternal, seperti nasib buruk. Ini menciptakan mentalitas korban dan menghalangi mereka untuk melihat peluang. Pola pikir ini membuat mereka enggan berusaha lebih keras.

3. "Itu bukan salah saya"

Frasa ini adalah penolakan mutlak untuk bertanggung jawab atas tindakan dan hasilnya. Mereka cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan di sekitarnya. Ini menunjukkan kurangnya kepemilikan dan sikap terus-menerus menyalahkan orang lain.

4. "Saya tidak cukup pintar/berbakat"

Pernyataan ini menunjukkan pola pikir yang kaku, di mana mereka percaya bahwa kemampuan mereka statis. Keyakinan ini membuat mereka mudah menyerah dan menghindari tantangan. Mereka pun menolak untuk belajar lebih jauh lagi.

5. "Saya akan mulai besok"

Ungkapan ini adalah penundaan klasik, menunjukkan kurangnya disiplin dan kebiasaan menunda tindakan. Hal ini mencegah kemajuan dan menghalangi mereka untuk mencapai tujuan. Perilaku ini membuat mereka tidak bergerak maju.

6. "Sudah terlambat bagi saya"

Frasa ini berakar pada keyakinan bahwa kesempatan sudah terlewat. Ini adalah keyakinan yang membatasi diri dan menghalangi orang dari mengejar tujuan baru. Padahal, memulai sesuatu tidak pernah terlambat.

7. "Saya tidak bisa"

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore