Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 21.32 WIB

8 Perilaku yang Kerap Dikaitkan dengan “Jantan Alpha” Namun Sebenarnya Tanda Rasa Tidak Aman

ilustrasi seseorang yang berdiri dengan pose dominan./Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang berdiri dengan pose dominan./Freepik

JawaPos.com - Konsep “jantan alpha” sering kali dikaitkan dengan kekuatan dan dominasi. Banyak perilaku yang diyakini menunjukkan superioritas dan kekuatan sejati. Namun, pandangan ini seringkali keliru dan menyesatkan.

Satu di antara perilaku yang dianggap kuat nyatanya hanya topeng. Perilaku-perilaku tersebut justru menunjukkan rasa tidak aman atau insecurity. Melansir dari Geediting.com Jumat (8/8), berikut delapan perilaku yang patut dicermati.

Berikut adalah delapan perilaku yang disebut "jantan alpha" namun sesungguhnya tanda keraguan diri:

  1. Sering Memotong Pembicaraan dan Mengambil Alih

Pria yang terus-menerus menyela orang lain berusaha mengendalikan percakapan. Mereka takut bahwa ide atau pemikiran mereka dianggap tidak penting. Ini menunjukkan kebutuhan kuat untuk didengar.

  • Perlu Menjadi yang Paling Keras Suaranya

  • Pria yang selalu berbicara lebih keras dari orang lain seringkali merasa tidak didengar. Mereka salah mengartikan perhatian sebagai rasa hormat. Hal ini adalah kompensasi dari perasaan tidak terlihat.

  • Menjatuhkan Pria Lain untuk Mendominasi

  • Perilaku ini berteriak ketidakamanan lebih keras dari kelemahan apa pun. Pria yang merendahkan orang lain merasa hanya ada ruang untuk satu "alpha". Mereka beroperasi dari pola pikir kelangkaan.

  • Menolak Mengakui Kesalahan atau Meminta Maaf

  • Pria yang menolak mengakui kesalahan menganggap hal tersebut adalah tanda kelemahan. Mereka menghindari permintaan maaf karena melihatnya sebagai tantangan. Hal ini menunjukkan kerapuhan ego mereka.

  • Terobsesi dengan Penampilan Fisik dan Simbol Status

  • Pria yang terus menerus membanggakan merek tertentu memiliki kebutuhan kuat akan validasi eksternal. Mereka telah mengalihdayakan harga diri pada benda-benda dan penampilan. Ini karena mereka tidak percaya pada nilai intrinsik diri.

  • Membanggakan Hubungan Romantis atau Menganggap Kencan sebagai Kompetisi

  • Pria yang suka memamerkan penaklukan romantis sangat tidak aman. Mereka mengubah hubungan manusia menjadi papan skor. Hal ini karena keintiman sejati terasa terlalu rentan bagi mereka.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore