
Ilustrasi dua orang berbicara, dengan satu orang menunjukkan ekspresi acuh tak acuh dan yang lain terlihat sedih, mencerminkan kurangnya empati dalam percakapan./Freepik
JawaPos.com - Dalam interaksi sosial, perbedaan antara individu yang sangat berempati dengan mereka yang kurang empati sangat mencolok. Perbedaan ini sering kali terlihat jelas dari pilihan kata serta frasa yang mereka gunakan sehari-hari. Cara berkomunikasi mereka dapat mengungkapkan banyak hal.
Melansir dari Geediting.com Selasa (29/7), ada beberapa frasa umum yang sering diucapkan oleh orang dengan tingkat empati rendah.
Ungkapan-ungkapan ini bisa terdengar tidak peka atau kasar. Mengenali frasa-frasa ini dapat meningkatkan kesadaran kita dalam berkomunikasi.
1. "Saya tidak mengerti mengapa..."
Frasa ini diucapkan saat seseorang kesulitan memahami perasaan atau keputusan orang lain. Ini menunjukkan ketidakmampuan mereka menempatkan diri pada posisi orang lain. Mereka sulit melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Pernyataan ini menandakan kurangnya upaya untuk berempati. Ini mencerminkan pemahaman yang terbatas terhadap pengalaman emosional individu.
2. "Itu bukan masalah besar..."
Ungkapan ini digunakan untuk mengecilkan masalah yang dihadapi orang lain. Akibatnya, mereka yang mengalaminya mungkin merasa tidak didengar atau divalidasi. Perasaan mereka menjadi terabaikan.
Frasa ini dapat menciptakan jarak emosional. Ini menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap penderitaan orang lain.
3. "Semua orang merasakan hal itu..."
Frasa ini bertujuan untuk menampik pengalaman emosional unik seseorang dengan melakukan generalisasi. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memahami betapa personalnya setiap perasaan. Ini menghilangkan keunikan perasaan individu.
Mereka gagal mengakui bahwa setiap orang memproses emosi secara berbeda. Ungkapan ini meremehkan pengalaman pribadi yang dialami.
4. "Sudah lupakan saja..."
Ini adalah pernyataan blak-blakan yang membatalkan keadaan emosional seseorang. Frasa ini menyiratkan bahwa mereka harus melewati perasaan tanpa menghadapinya terlebih dahulu. Ini menunjukkan kurangnya kesabaran.
Seseorang mungkin merasa bahwa perasaannya tidak penting. Ini dapat menghambat proses penyembuhan emosional yang sehat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
