
Tumpukan koin dan uang kertas di atas meja, menyimbolkan hubungan antara materi dan persepsi diri./Freepik
JawaPos.com - Banyak orang tanpa sadar menghubungkan nilai diri mereka dengan kekayaan material.
Mereka percaya bahwa uang dan kesuksesan finansial mencerminkan siapa diri mereka sebenarnya. Padahal, harga diri sejati berasal dari dalam, bukan dari hal-hal eksternal.
Memahami tanda-tanda ini penting untuk membentuk perspektif lebih sehat. Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), ada beberapa indikasi kuat seseorang cenderung mengukur harga dirinya melalui uang dan kesuksesan material. Berikut adalah tanda-tandanya.
Terus-menerus Membandingkan Gaya Hidup
Orang seperti ini selalu mengamati kehidupan orang lain. Mereka tak hanya melihat mobil atau rumah, tetapi juga membandingkannya dengan milik mereka. Ini adalah "papan skor" tak terlihat yang sangat melelahkan.
Mendahulukan Kepemilikan daripada Karakter Diri
Mereka sering menyebutkan pendapatan, properti, atau pembelian sebelum hal pribadi apa pun. Status menjadi identitas utama bagi mereka. Anda akan bertemu mobil sebelum bertemu karakternya.
Suasana Hati Terkait Kondisi Keuangan
Perasaan harga diri mereka naik turun seiring dengan saldo rekening bank. Bulan baik diartikan sebagai "saya berharga" dan bulan buruk membuat mereka merasa tak bernilai. Sumber nilai diri mereka datang dari kondisi eksternal.
Mengesampingkan Pencapaian Non-Materi
Pencapaian seperti promosi pekerjaan mungkin bagus, tetapi mereka tetap bertanya apakah sudah membeli rumah. Orang-orang ini sulit melihat nilai pada hal-hal yang tidak dapat diukur secara finansial. Mereka tidak menganggap penting hal-hal tak berwujud.
Takut Dianggap "Biasa-biasa Saja"
Ketakutan ini bukan hanya sekadar kecemasan sosial biasa. Mereka sangat ingin menghindari label "rata-rata". Ketakutan ini sering mendorong mereka mengejar simbol eksternal agar merasa lebih bernilai.
Terus-menerus Mengejar Simbol Status Eksternal
Jika seseorang terus mengejar simbol eksternal, mereka kemungkinan besar mengukur harga diri secara keliru. Mereka berharap barang-barang baru atau pencapaian finansial akan membuat merasa berharga. Perasaan ini hanya bersifat sementara.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
