Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 03.47 WIB

Dampak Masa Kecil Emosional Tidak Stabil: Delapan Perilaku Umum Orang Dewasa

ilustrasi seseorang yang tampak berpikir keras, mencerminkan kompleksitas emosi yang berasal dari pengalaman masa kecil./Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang tampak berpikir keras, mencerminkan kompleksitas emosi yang berasal dari pengalaman masa kecil./Freepik

JawaPos.com - Masa kecil yang terasa tidak stabil secara emosional seringkali meninggalkan jejak mendalam.

Hal ini dapat membentuk cara kita berinteraksi dan bereaksi sebagai orang dewasa. Banyak perilaku yang dilakukan tanpa disadari ternyata akarnya berasal dari pengalaman masa lalu tersebut.

Memahami korelasi ini dapat memberikan kejelasan mengapa beberapa reaksi terasa begitu otomatis.

Melansir dari Geediting.com Selasa (15/7), ada delapan perilaku dewasa yang masuk akal jika masa kecil terasa tidak stabil.

Berikut adalah delapan perilaku dewasa yang mungkin Anda tunjukkan jika masa kecil terasa tidak stabil secara emosional:

  1. Memindai Setiap Ruangan untuk "Cuaca" Emosional

Anda secara rutin mengamati suasana emosional di setiap tempat baru yang dimasuki. Ini adalah kebiasaan yang dulunya menjaga Anda aman ketika suasana hati di rumah berubah tak terduga. Otak Anda kini melakukan pemindaian serupa di kehidupan dewasa.

  • Menganggap Perubahan Suasana Hati Kecil sebagai Penolakan Pribadi

  • Sebuah pesan singkat yang tertunda atau jawaban "oke" yang singkat dapat terasa seperti bukti kegagalan. Sensitivitas penolakan yang tinggi ini sisa dari ketidakpastian di masa kecil. Saat komentar batin terus berteriak "Apakah saya melakukan sesuatu yang salah?", sulit mendengar hal lain.

  • Mendambakan Kedekatan tetapi Panik Saat Mendapatkannya

  • Anda mungkin merindukan keintiman, namun merasa cemas atau menarik diri ketika hubungan mulai serius. Pengalaman awal tentang hubungan yang tidak dapat diandalkan mengajarkan Anda bahwa kedekatan bisa terasa seperti ancaman. Ini menciptakan siklus tarik-ulur yang membingungkan.

  • Berusaha Melarikan Diri dari Kekacauan dengan Perfeksionisme

  • Mengejar kesempurnaan adalah cara untuk menciptakan kontrol dalam lingkungan yang tidak terkontrol. Anda mungkin merasa terdorong untuk selalu melebihi ekspektasi demi menghindari potensi masalah. Ini adalah mekanisme bertahan hidup yang membentuk kepribadian dewasa.

  • Mempertanyakan Perasaan Sendiri

  • Jika emosi Anda seringkali tidak divalidasi saat kecil, Anda mungkin ragu terhadap apa yang dirasakan. Anda mungkin merasionalisasi atau mengabaikan perasaan Anda sendiri. Perilaku ini menghambat kemampuan untuk memercayai intuisi diri.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore