Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 16.14 WIB

10 Perilaku Sepele Ini Perlahan Menghancurkan Persahabatan Paling Kuat Sekalipun: Panduan Psikologis Menjaga Hubungan Tetap Hangat dan Tulus

10 Perilaku Sepele Ini Perlahan Menghancurkan Persahabatan Paling Kuat Sekalipun - Image

10 Perilaku Sepele Ini Perlahan Menghancurkan Persahabatan Paling Kuat Sekalipun

JawaPos.com - Persahabatan adalah salah satu relasi terdalam yang manusia miliki. Tidak hanya sebagai tempat berbagi tawa, teman juga menjadi tempat kita mencurahkan perasaan terdalam, menghadapi luka, bahkan menemukan arah hidup. Namun, hubungan ini bukanlah sesuatu yang kebal dari keausan. Sama seperti hubungan romantis, persahabatan pun bisa merenggang, rusak, dan berakhir.

Yang sering membuatnya lebih menyakitkan? Perpisahan itu jarang datang karena satu kesalahan besar. Justru, ia datang perlahan—dari sikap kecil yang dianggap sepele namun terus diulang. Dari hal-hal yang tak pernah dibahas tapi terus dipendam. Dari luka yang tak berdarah, tapi mengendap.

Dilansir dari laman Geediting, jika Anda ingin menjaga hubungan pertemanan tetap sehat, awet, dan penuh kehangatan, berikut ini adalah 10 perilaku yang perlu Anda sadari dan hindari.

1. Hanya Muncul Saat Butuh Bantuan

Teman yang hanya datang saat butuh sesuatu akan cepat terlihat sebagai sosok yang oportunis. Ini bukan hanya soal frekuensi, tapi juga intensi. Jika Anda hanya menelepon untuk minta tolong, tanpa pernah benar-benar hadir untuk mereka, teman Anda akan mulai merasa tidak dihargai.

Solusi: Sesekali kirim pesan hanya untuk menyapa. Tanya kabar mereka. Luangkan waktu untuk hadir dalam hidup mereka tanpa agenda tersembunyi.

2. Menolak Meminta Maaf Saat Salah

Permintaan maaf bukan tanda kelemahan—melainkan bentuk kedewasaan. Menolak untuk mengakui kesalahan justru menunjukkan ego yang terlalu besar untuk ruang bersama.

Solusi: Latih diri untuk refleksi. Jika Anda menyakiti teman, akui, minta maaf, dan benahi sikap.

3. Membajak Cerita Mereka dengan Cerita Anda

Persahabatan adalah tentang saling mendengarkan. Jika Anda selalu menyambung cerita mereka dengan cerita Anda yang 'lebih besar', Anda membuat mereka merasa tidak didengar.

Solusi: Praktikkan mendengar aktif. Biarkan mereka menyelesaikan cerita. Tanggapi dengan empati, bukan kompetisi.

4. Terlalu Negatif dan Mengeluh Tanpa Henti

Setiap orang berhak merasa sedih dan curhat. Tapi jika pertemuan dengan Anda selalu diisi keluhan, teman Anda bisa lelah secara emosional.

Solusi: Seimbangkan dengan cerita positif. Tunjukkan bahwa Anda juga bisa menjadi sumber energi, bukan hanya penyalur beban.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore