Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 17.41 WIB

Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Kebencian Seseorang Ketika Terus-Menerus Disuruh

Ilustrasi seorang anak yang tampak enggan atau menolak ketika orang dewasa sedang memberinya instruksi. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak yang tampak enggan atau menolak ketika orang dewasa sedang memberinya instruksi. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang menunjukkan penolakan kuat saat diminta melakukan sesuatu atau diberi arahan spesifik?

Reaksi mereka terhadap instruksi seringkali terlihat sangat intens, bahkan terhadap hal-hal kecil atau sederhana sekalipun.

Dalam ranah psikologi, kecenderungan untuk membenci perintah seperti itu seringkali memiliki akar yang dalam dari pengalaman masa kecil.

Kebiasaan ini bukan sekadar karakter bawaan, melainkan terbentuk dari interaksi dan lingkungan di masa lalu.

Melansir dari Geediting.com Rabu (25/6), ada beberapa pengalaman tumbuh kembang yang menurut psikologi seringkali membentuk sifat tersebut.

1. Orang Tua Terlalu Mengontrol atau Mendominasi

Satu di antara pengalaman umum adalah tumbuh dengan orang tua yang sangat ketat dan mengontrol setiap aspek kehidupan anak. Anak-anak tersebut mungkin merasa tidak punya ruang sedikitpun untuk membuat keputusan atau mengembangkan inisiatif pribadi mereka.

2. Kurangnya Otonomi dan Kebebasan Memilih

Anak-anak yang dibesarkan tanpa diberikan kesempatan untuk membuat pilihan kecil sekalipun seringkali merasakan dampak ini. Mereka mungkin jarang diberi kepercayaan untuk mengatur waktu belajar atau memilih kegiatan sesuai keinginan mereka.

3. Kritik Berlebihan Tanpa Dukungan Cukup

Beberapa orang mengalami masa kecil penuh kritik tajam tanpa diimbangi dengan apresiasi atau dukungan yang memadai dari orang dewasa. Mereka mungkin merasa bahwa apapun yang dilakukan akan selalu dianggap salah dan tidak pernah cukup baik.

4. Selalu Diberi Perintah Tanpa Penjelasan Memadai

Tumbuh dalam lingkungan di mana perintah selalu datang tanpa disertai alasan atau konteks yang jelas dapat memicu rasa frustrasi. Mereka hanya menerima instruksi tanpa pernah memahami tujuan atau manfaat di baliknya.

5. Merasa Tidak Didengar atau Dihargai Pendapatnya

Ketika pandangan atau perasaan seorang anak sering diabaikan atau diremehkan oleh orang dewasa, mereka cenderung mengembangkan penolakan. Rasa tidak berdaya dan tidak dihargai dalam berekspresi bisa menjadi pemicu utama sifat ini saat dewasa.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore