
Menjadi orang yang menyenangkan dapat dibangun melalui humor, empati, serta interaksi sosial yang tulus
JawaPos.com - Ada orang yang masuk ke ruangan tanpa usaha keras, tapi dalam hitungan menit jadi pusat perhatian. Bukan karena gaya yang mencolok atau obrolan lucu yang dibuat-buat, tapi karena kehangatan yang terasa alami.
Ini bukan soal keberuntungan, melainkan karena mereka punya kebiasaan yang mengirim dua sinyal kuat sekaligus: menghargai diri sendiri dan menghormati orang lain.
Perpaduan dua hal itu menciptakan magnet sosial yang membuat orang merasa nyaman, bukan dikendalikan. Dan kabar baiknya, kamu pun bisa melatihnya tanpa harus menjadi people pleaser yang mengorbankan kebutuhan pribadi.
Berikut ini sembilan perilaku sederhana yang bisa membuatmu lebih disukai tanpa menjilat atau berpura-pura, seperti dilansir dari VegOut.
1. Pimpin Obrolan dengan Rasa Ingin Tahu yang Tulus
Bukan basa-basi, tapi pertanyaan yang benar-benar lahir dari ketertarikan. Dibanding bertanya “Kerja di mana?”, lebih menarik ketika kamu bertanya, “Apa yang bikin kamu tertarik banget sama traveling minimalis?”
Menurut penelitian dari Harvard Business School, orang yang mengajukan lebih banyak pertanyaan lanjutan dinilai jauh lebih menyenangkan.
Pertanyaan menunjukkan ketertarikan; pertanyaan lanjutan membuktikan bahwa kamu mendengarkan.
Cobalah ajukan satu pertanyaan terbuka hari ini, lalu gali satu lapisan lebih dalam dari jawaban yang diberikan. Rasakan sendiri bedanya.
2. Bagikan Energi Optimis Tanpa Menutup-nutupi
Optimisme bukan berarti menyangkal kenyataan. Kalau teman sedang kesal karena tanamannya layu, jangan asal bilang, “Pasti nanti tumbuh lagi, kok!” Akan jauh lebih baik jika kamu berkata, “Pasti nyebelin ya, mau tukeran trik? Tomatku sempat subur musim panas lalu.”
Kejujuran yang dibungkus harapan membuat kamu terlihat tulus, bukan basa-basi. Orang menyukai teman yang memberi harapan nyata, bukan yang sekadar jadi cheerleader.
3. Dengarkan Seolah Harus Merangkum
Alih-alih menunggu giliran bicara, dengarkan dengan niat untuk bisa merangkum maksudnya. Jangan lupakan juga untuk sesekali menyimpulkan sebagai isyarat kamu tertarik dengan apa yang mereka ceritakan.
Respons seperti itu bikin lawan bicara merasa dimengerti dan dihargai. Dan itu jauh lebih berkesan daripada komentar seadanya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
