Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juni 2025 | 10.11 WIB

Orang yang Kehilangan Minat pada Sesuatu Ketika Hal Tersebut Sudah Terlalu Terkenal Biasanya Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang kehilangan minat saat sesuatu menjadi terlalu terkenal./Freepik. - Image

seseorang yang kehilangan minat saat sesuatu menjadi terlalu terkenal./Freepik.

JawaPos.com - Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tren seperti sekarang, tidak sedikit orang yang merasa kehilangan minat terhadap sesuatu ketika hal tersebut sudah terlalu dikenal atau menjadi arus utama.

Misalnya, ketika sebuah band indie yang dulu hanya dikenal kalangan terbatas mendadak populer, atau ketika sebuah tempat makan yang dulu sepi mendadak viral di media sosial—sebagian orang justru mulai menjauhi hal-hal itu.

Fenomena ini dalam psikologi dikenal sebagai reaksi terhadap "mainstream rejection" atau penolakan terhadap hal-hal yang sudah menjadi populer.

Ternyata, kecenderungan ini tidak muncul begitu saja.

Orang yang bersikap demikian sering kali memiliki pola kepribadian tertentu yang memengaruhi cara mereka menyikapi popularitas dan eksistensi sosial.

DIlansir dari Geediting pada Senin (2/6), terdapat 7 kepribadian yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang kehilangan minat pada sesuatu ketika hal tersebut sudah terlalu terkenal, menurut kajian psikologi:

1. Nonkonformis Alami (Natural Nonconformist)

Orang dengan kepribadian nonkonformis cenderung menghindari segala bentuk keseragaman.

Mereka merasa tidak nyaman jika harus mengikuti arus atau menjadi bagian dari massa yang berpikiran serupa.

Dalam dunia psikologi, ini berkaitan erat dengan kebutuhan untuk mempertahankan identitas unik.

Ketika sesuatu menjadi terlalu populer, mereka merasa seolah-olah "miliknya" telah direbut oleh banyak orang, dan kehilangan nilai keunikannya.

2. Individu dengan Kebutuhan Otonomi Tinggi

Psikolog Edward Deci dan Richard Ryan dalam Teori Motivasi Diri (Self-Determination Theory) mengemukakan bahwa individu dengan kebutuhan otonomi tinggi ingin merasa bahwa pilihan mereka bebas dari pengaruh eksternal.

Ketika sesuatu menjadi terlalu terkenal, mereka merasa tekanan sosial untuk menyukai hal tersebut, dan ini mengganggu rasa otonomi mereka.

Maka, menjauh adalah bentuk pertahanan untuk mempertahankan rasa kontrol terhadap pilihan pribadi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore