Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 13.38 WIB

Menurut Psikologi: Orang Dengan IQ Rendah Sering Mengucapkan 7 Kalimat Ini Dalam Percakapan Sehari-Harinya

Ilustrasi Orang Dengan IQ Rendah Sering Mengucapkan 7 Kalimat Ini Dalam Percakapan Sehari-Harinya (freepik) - Image

Ilustrasi Orang Dengan IQ Rendah Sering Mengucapkan 7 Kalimat Ini Dalam Percakapan Sehari-Harinya (freepik)

JawaPos.com - Cara berbicara seseorang bisa menjadi cermin dari tingkat kecerdasan mereka, tanpa disadari. Menurut psikologi, ada sejumlah frasa yang secara tidak langsung menunjukkan kemampuan intelektual seseorang. Kalimat-kalimat ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, dan meskipun terdengar biasa, ternyata punya makna yang cukup dalam jika ditilik dari sudut pandang psikologis.

Mengidentifikasi kalimat-kalimat ini bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan sebagai sarana untuk memahami lebih dalam cara berpikir seseorang. Dalam artikel ini akan dijelaskan 7 kalimat yang menurut para ahli psikologi sering diucapkan oleh orang dengan tingkat IQ lebih rendah. Artikel ini juga sekaligus memberikan panduan untuk meningkatkan kecerdasan komunikasi agar tidak terjebak dalam kebiasaan berbicara yang membatasi pola pikir kita sendiri.

Dilansir dari laman Geediting (23/5), berikut adalah tujuh kalimat yang sering diucapkan oleh orang ber-IQ rendah:

1. “Saya bukan orang yang suka baca buku”

Kalimat ini terdengar ringan, tapi sebenarnya bisa mencerminkan kurangnya keinginan untuk berkembang. Membaca buku adalah salah satu cara terbaik untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan melatih kemampuan berpikir kritis. Ketika seseorang menghindari buku, itu bisa menunjukkan resistensi terhadap proses intelektual. Psikologi menyatakan bahwa orang dengan IQ rendah cenderung menghindari aktivitas yang menantang secara mental.

2. “Saya malas mikir” atau “Saya nggak mau repot-repot”

Kalimat seperti ini mencerminkan sikap apatis terhadap tantangan dan proses belajar. Menolak kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru, hanya karena dianggap “merepotkan”, dapat menjadi indikator seseorang enggan mengembangkan dirinya. Menurut psikologi, orang dengan IQ rendah lebih cenderung memilih kenyamanan daripada tantangan mental.

3. “Memang dari sananya begitu”

Ini adalah kalimat yang sering digunakan sebagai tameng dari rasa malas untuk mencari tahu lebih jauh. “Memang begitu” menandakan penerimaan buta terhadap sesuatu tanpa rasa ingin tahu. Dalam psikologi, ini adalah tanda kurangnya critical thinking atau pemikiran kritis, yang merupakan bagian penting dari kecerdasan kognitif.

4. “Saya benci perubahan”

Perubahan adalah bagian alami dari hidup. Orang dengan IQ tinggi lebih mudah beradaptasi dan menerima hal baru. Sementara mereka yang mengatakan “Saya benci perubahan” cenderung memiliki keterbatasan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Sebuah studi dari University of Illinois menyatakan bahwa tingkat IQ yang tinggi berkorelasi dengan fleksibilitas dalam berpikir dan bertindak.

5. “Saya selalu benar”

Kebiasaan merasa paling benar justru bisa menjadi penghalang utama dalam belajar dan bertumbuh. Orang yang mengaku “selalu benar” biasanya menolak sudut pandang orang lain dan cenderung tidak terbuka terhadap informasi baru. Ini adalah tanda rendahnya kemampuan untuk berpikir kritis dan reflektif.

6. “Saya nggak butuh bantuan”

Mengatakan “Saya nggak butuh bantuan” secara berulang-ulang bisa menandakan rendahnya kecerdasan emosional. Menolak bantuan juga berarti menolak peluang untuk belajar dari orang lain. Padahal, kecerdasan sejati justru terlihat dari kemampuan mengenali keterbatasan diri dan terbuka terhadap masukan dari luar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore