
7 Sifat Orang yang Dibesarkan oleh Orang Tua yang Belum Matang Secara Emosional
JawaPos.com - Nggak semua orang tua siap secara emosional ketika mereka membesarkan anak. Ada yang masih bergulat dengan luka batin masa lalu, ada pula yang belum mampu memahami kebutuhan emosional anak secara utuh.
Jika kamu tumbuh bersama orang tua yang belum matang secara emosional, kemungkinan besar kamu membawa "warisan" tertentu ke dalam kehidupan dewasamu.
Dan sayangnya, sifat-sifat ini sering kali justru menyulitkanmu untuk merasa tenang, percaya diri, atau bahagia secara utuh. Dilansir dari DM News, berikut ini tujuh sifat yang umum dimiliki oleh orang yang dibesarkan dalam lingkungan seperti itu.
1. Kesulitan Mengelola Emosi
Salah satu dampak paling nyata adalah kamu jadi kesulitan mengatur emosi. Marah, sedih, atau cemas bisa muncul berlebihan, dan kadang nggak proporsional dengan situasinya. Wajar saja, karena sewaktu kecil kamu nggak pernah benar-benar diajarkan cara menghadapi perasaan.
Orang tua yang belum dewasa secara emosional cenderung mengabaikan atau malah memperburuk ekspresi emosimu, membuatmu tumbuh tanpa kemampuan yang cukup untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi dengan sehat.
2. Selalu Mencari Validasi
Kamu mungkin terbiasa mencari pengakuan dari orang lain, bahkan dalam hal-hal sepele. Rasanya lega banget saat dipuji, dan bisa cemas luar biasa saat tidak mendapat respons dari orang sekitar.
Ini biasanya berakar dari kurangnya dukungan emosional atau pujian di masa kecil. Karena dulu pujian terasa langka, sekarang kamu merasa perlu terus menerus "membuktikan diri" agar dianggap berharga.
3. Nggak Tahu Caranya Bilang 'Tidak'
Kata "tidak" mungkin terasa berat banget buat diucapkan. Kamu takut mengecewakan orang lain, takut dianggap egois, atau malah takut ditinggalkan.
Bisa jadi ini karena kamu tumbuh di lingkungan yang otoriter, di mana setiap perkataan orang tua adalah perintah yang wajib dituruti.
Kamu nggak pernah diajarkan untuk punya batasan pribadi. Sekarang, kamu tumbuh jadi orang yang terlalu sering berkata "iya" meski hatimu menolak.
4. Menghindari Konflik
Banyak dari mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang nggak dewasa secara emosional, akhirnya jadi orang yang memilih diam dan mengalah hanya demi menghindari konflik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
