
Ilustrasi orang yang lebih memilih membayar secara tunai daripada digital. (freepik/ gpointstudio)
JawaPos.com - Di era serba digital seperti sekarang, hampir semua hal bisa dilakukan secara instan dan praktis melalui smartphone, termasuk membayar kebutuhan sehari-hari.
Namun, menariknya, masih banyak orang yang tetap setia menggunakan uang tunai saat berbelanja, meskipun tersedia berbagai metode pembayaran digital yang lebih cepat dan efisien.
Ternyata, pilihan ini bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga bisa mencerminkan sisi kepribadian atau pola pikir tertentu.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Selasa (6/5), berikut merupakan 7 ciri-ciri yang dimiliki oleh orang yang lebih memilih membayar secara tunai daripada digital.
1. Takut Lebih Boros Jika Menggunakan Pembayaran Digital
Sebagian orang merasa lebih boros saat memakai kartu atau dompet digital karena mereka tidak bisa melihat langsung uang yang keluar.
Mereka merasa uang lebih cepat habis karena tinggal tap saja tanpa terasa. Sementara jika membayar secara tunai, kita bisa langsung tahu sisa uang di dompet dan lebih berpikir sebelum belanja.
Namun sekarang sudah banyak aplikasi pengatur keuangan yang sangat membantu. Kita bisa melihat pengeluaran secara real time dan bahkan memasang pengingat kalau sudah hampir melewati batas anggaran.
Jadi, jika tujuannya untuk menghindari pemborosan, teknologi saat ini justru bisa menjadi alat bantu yang efektif bila dimanfaatkan dengan tepat.
2. Takut Gagap Teknologi atau Salah Menggunakan
Rasa takut akan teknologi baru juga menjadi alasan mengapa sebagian orang masih memilih bayar memggunakan uang tunai. Mereka khawatir salah pencet, bingung saat scan barcode, atau bahkan malu jika tidak bisa saat di depan kasir.
Perasaan ini sangat manusiawi, apalagi bagi yang belum terbiasa. Namun, kenyataannya, penggunaan aplikasi pembayaran digital kini semakin mudah dan dibuat sesederhana mungkin.
Banyak kasir dan petugas toko yang siap membantu jika kita butuh bantuan. Bahkan, kita bisa mencoba berlatih saat suasana toko sedang sepi atau minta diajari oleh teman.
Setelah terbiasa, rasa takut itu biasanya akan hilang, dan kita justru merasa lebih praktis dengan sistem ini.
3. Tidak Percaya pada Bank atau Lembaga Keuangan Besar

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
