
Ilustrasi seorang perempuan di tempat kerja. (Freepik)
JawaPos.com - Di era kerja modern yang serba terbuka, transparansi sering dianggap sebagai nilai utama. Banyak perusahaan mendorong karyawannya untuk aktif dalam sesi pengembangan diri, berbagi cerita pribadi di forum internal, hingga memperbarui kehidupan di kanal komunikasi daring.
Namun, tidak semua hal layak untuk dibagikan di lingkungan kerja. Psikologi menunjukkan bahwa keterbukaan berlebihan justru bisa menjadi bumerang. Apa yang dianggap sebagai bentuk kedekatan, bisa memicu prasangka, kecemburuan, bahkan manipulasi secara halus.
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai “jebakan pengungkapan diri.” Penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menyebut bahwa membagikan informasi pribadi memang bisa mempererat hubungan tetapi hanya jika ada kepercayaan timbal balik yang telah terbentuk.
Di dunia kerja, kepercayaan seperti ini sering kali hanya diasumsikan, bukan dibangun. Untuk menjaga profesionalitas dan reputasi, ada baiknya membatasi hal-hal tertentu agar tetap menjadi urusan pribadi.
Dilansir dari Killer Startups pada Senin (5/5), berikut sembilan hal yang menurut psikologi sebaiknya tidak diumbar di tempat kerja.
1. Rencana Karier Jangka Panjang (Jika Tidak Terkait dengan Perusahaan Saat Ini)
Mengungkapkan bahwa tidak berniat bertahan lama di perusahaan bisa berdampak negatif. Teori “expectancy violation” menyebut bahwa ketika seseorang menunjukkan perilaku yang tak sesuai harapan, akan timbul rasa tidak nyaman.
Atasan bisa saja mulai meragukan komitmen dan secara tidak sadar menyingkirkan dari proyek penting, meski kinerja tetap baik. Studi juga menunjukkan bahwa kesetiaan yang terlihat berpengaruh besar dalam kepercayaan terhadap karyawan.
2. Gaji dan Bonus yang Diterima
Membandingkan penghasilan memang menggoda, apalagi saat mencurigai adanya ketimpangan. Namun, diskusi soal gaji justru bisa menimbulkan kecemburuan dan ketegangan.
Psikologi menyebut konsep “relative deprivation,” yaitu kecenderungan menilai keadilan bukan dari angka riil, tetapi perbandingan dengan orang lain. Penelitian besar pada 2012 membuktikan bahwa mengetahui rekan kerja mendapat bayaran lebih tinggi bisa menurunkan kepuasan kerja secara signifikan.
3. Pandangan Politik atau Keyakinan Pribadi
Lingkungan kerja masa kini semakin beragam secara budaya, agama, dan ideologi. Namun, membagikan pandangan politik atau keyakinan yang kuat dapat menimbulkan jarak sosial secara tidak sadar.
Hal ini berkaitan dengan dinamika “ingroup dan outgroup” dalam psikologi, di mana manusia cenderung lebih nyaman dengan mereka yang sepemikiran. Ini bisa membuat hubungan profesional menjadi kaku atau canggung, meskipun tidak ada konflik terbuka.
4. Keluhan tentang Atasan atau Rekan Kerja

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
