
Ilustrasi. (pexels.com)
JawaPos.com - Platform media sosial telah menciptakan dunia baru yang menarik tapi juga menantang. Di satu sisi, kamu bisa viral dalam semalam, memperoleh ribuan pengikut dan banjir like.
Namun, ada sisi lain yang sering tersembunyi: banyak orang yang tampaknya sukses di media sosial, justru menderita di dunia nyata.
Mereka terlihat glamor di Instagram, penuh tawa di TikTok, dan punya ribuan fans di Twitter, tapi saat kamera mati dan notifikasi berhenti, yang tersisa hanyalah kesepian dan kebingungan.
Ini bukan sekadar asumsi—psikologi punya penjelasan logis soal fenomena ini. Dilansir dari News Reports pada Sabtu (3/5), berikut ini beberapa perilaku khas yang sering muncul.
1. Kebutuhan Akan Validasi
Salah satu ciri paling mencolok dari mereka yang sukses di media sosial tapi tidak bahagia di dunia nyata adalah kebutuhan validasi yang sangat besar. Mereka haus akan like, komentar positif, dan perhatian. Ini bukan tanpa alasan.
Psikologi menunjukkan bahwa manusia memang punya kebutuhan dasar untuk merasa diterima. Namun, ketika semua itu bergantung pada angka digital, rasa puas jadi mudah luntur.
Di kehidupan nyata, tidak semua interaksi menghasilkan reaksi instan. Ini membuat mereka yang terlalu terbiasa dengan kepuasan digital merasa kecewa dan kosong dalam hubungan yang lebih nyata dan dalam.
2. Perangkap Perbandingan
Leon Festinger pernah bilang bahwa manusia punya dorongan untuk menilai dirinya dengan membandingkan diri dengan orang lain.
Masalahnya, media sosial menyediakan highlight reel yang membuat kehidupan orang lain terlihat selalu lebih seru dan indah. Hal ini membuat seseorang semakin tidak bahagia, meskipun tampak sempurna di feed.
3. Ilusi Koneksi
Berinteraksi di kolom komentar atau saling balas story memang menyenangkan, tapi jangan salah: ini bisa menciptakan ilusi koneksi. Banyak yang merasa dekat dengan orang lain secara daring, tapi saat bertemu langsung malah bingung harus ngomong apa.
Carl Jung pernah menyampaikan bahwa kesepian sejati datang saat kita tidak bisa membagikan apa yang penting bagi diri kita. Orang-orang yang menderita di dunia nyata sering kali merasa tidak terhubung secara emosional dengan siapa pun di sekitar mereka, meski dikelilingi ribuan pengikut di media sosial.
4. Tekanan untuk Mempertahankan Citra yang Sempurna

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
