
Ilustrasi seseorang yang oversharing. (freepik)
JawaPos.com-Sosial media merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencurahkan isi hati. Melalui status teks anda bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan sehingga perasaan dan trauma bisa menjadi lebih lega untuk sementara.
Menulis perasaan di status sosial media bisa menjadi lebih mudah daripada mengungkapkannya secara langsung. Ditambah lagi media sosial seperti status whatsApp atau X yang bisa dijangkau oleh banyak orang, yang bisa memberikan perasaan lebih diperhatikan.
Namun, terlalu sering mencurahkan perasaan sedih, stres, kecemasan, kekhawatiran karena trauma di media sosial juga bisa menjadi masalah, perilaku tersebut disebut sebagai oversharing.
Oversharing yang berulang bisa menciptakan jarak dengan orang lain. Perasaan negatif yang dibagikan bisa menular, apalagi jika disebarkan secara luas melalui media sosial.
Melampiaskan emosi di media sosial memang sah-sah saja, namun ketika kondisi tersebut dilakukan terus-menerus, orang-orang terdekat anda juga bisa menjadi kewalahan secara emosi untuk mendengarkan cerita anda.
Untuk mengetahui apakah kondisi orang disekitar anda merasa kewalahan karena perilaku oversharing anda, maka perhatikan tanda-tanda berikut berdasarkan laman verywellmind.com
Oversharing bisa menjauhkan orang lain
Berbagi pengalaman traumatis terkadang bisa bermanfaat. Namun anda juga harus berhati-hati agar informasi pribadi yang anda sampaikan tidak sampai membuat orang lain justru merasa tidak nyaman. Perasaan tidak nyaman ini dapat membuat orang lain menjauh karena anda terus menerus menceritakan cerita negatif yang dapat membuat orang lain merasa terbebani. Pada akhirnya, mereka memilih untuk menjauh dari anda, agar tidak terus menerus mendengar cerita lama yang seakan tidak ada ujungnya.
Tanda-tanda anda terlalu oversharing
Oversharing untuk mencari perhatian atau simpati bisa menjauhkan orang lain karena alasan berikut:
Anda melampiaskan perasaan dengan pemicu yang sama berulang kali tanpa mengintrospeksi diri untuk belajar mengatasi pemicu secara efektif
Anda tidak memberi kesempatan pada orang lain untuk memberikan pendapat atau pandangannya tentang pengalaman anda
Anda merasa berada di dalam hubungan satu arah, tetapi anda tidak pernah mendengar tentang kehidupan mereka
Anda tidak menanyakan kehidupan orang lain, atau tidak memberi ruang kepada mereka untuk meminta nasihat
Orang lain merasa tidak nyaman mendengar rincian trauma yang anda alami

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
