
Ilustrasi pasangan yang mengalami perbedaan dalam hubungan mereka (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Menjalani kehidupan pernikahan idealnya dibangun di atas fondasi kesetaraan serta saling menghargai peran dan kebutuhan masing-masing pasangan. Namun, terkadang tanpa disadari, muncul pola perlakuan berbeda yang terasa tidak adil bagi satu pihak dibandingkan yang lain.
Situasi seperti ini sering disebut sebagai standar ganda, di mana ada aturan atau harapan yang berlaku berbeda untuk suami dan istri meskipun situasinya serupa. Perlakuan tidak setara ini bisa menggerogoti keharmonisan jika terus dibiarkan tanpa adanya komunikasi terbuka.
Melansir dari Geediting.com, Rabu (23/4), ada beberapa tanda jelas adanya standar ganda dalam pernikahan yang penting untuk dikenali bersama.
1. Beban Tanggung Jawab Tidak Seimbang
Satu di antara tanda yang paling umum adalah pembagian tugas rumah tangga atau urusan keluarga yang terasa timpang bebannya. Satu pasangan mungkin merasa selalu memikul sebagian besar pekerjaan harian, pengelolaan tagihan, hingga beban emosional rumah tangga sendirian.
2. Kebebasan Mengembangkan Minat Pribadi
Ada perbedaan mencolok dalam hal kebebasan untuk mengejar hobi atau minat di luar urusan rumah tangga. Satu pasangan mungkin punya banyak waktu dan dukungan untuk kegemarannya, sementara yang lain terus menerus diharapkan siaga penuh mengurus segala sesuatu.
3. Perbedaan Perlakuan dalam Urusan Keuangan
Standar ganda bisa terlihat dari cara pengelolaan finansial keluarga yang tidak melibatkan kedua belah pihak secara setara. Satu pasangan mungkin mengambil keputusan keuangan besar sendirian tanpa mendiskusikan atau mempertimbangkan masukan dari pasangan lainnya sama sekali.
4. Ekspektasi Sosial yang Berlainan
Seringkali muncul tuntutan sosial atau keluarga yang berbeda dan hanya dibebankan pada satu pasangan saja. Contohnya, satu pasangan dituntut selalu tampil sempurna di depan umum, sementara pasangannya tidak menghadapi ekspektasi serupa dalam hal penampilan atau perilaku.
5. Permainan Saling Menyalahkan saat Masalah Muncul
Pola komunikasi saat menghadapi masalah cenderung tidak sehat, di mana satu pasangan begitu cepat melempar kesalahan. Dia mungkin sering menyalahkan pasangannya atas setiap kesulitan namun jarang sekali mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri yang keliru.
6. Kualitas Waktu Bersama vs Kuantitas Tuntutan
Ada harapan tinggi dari satu pasangan agar pasangannya selalu tersedia secara fisik di rumah atau di dekatnya setiap saat. Namun ironisnya, ketika sedang bersama pun dia tidak sepenuhnya hadir, terlibat, atau memberikan perhatian berkualitas pada pasangannya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
