Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 23.48 WIB

3 Isyarat Bahasa Tubuh Pria yang Tampil Percaya Diri Namun Jauh di Lubuk Hatinya Merasa Insecure Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang terlalu insecure menjadi diri sendiri di depan publik - Image

Ilustrasi seseorang yang terlalu insecure menjadi diri sendiri di depan publik

JawaPos.com - Dalam dunia pertumbuhan pribadi dan perhatian penuh, sangat penting untuk memahami bahwa tidak semuanya seperti yang terlihat. Apalagi jika menyangkut orang.

Seringkali, kita menjumpai pria yang memancarkan kepercayaan diri, dan mau tidak mau kita mengagumi mereka. Tapi pernahkah Anda bertanya-tanya apakah di balik eksterior keren itu, mereka mungkin bergulat dengan rasa tidak aman yang mendalam?

Psikologi memberi tahu kita bahwa bahasa tubuh kita sering kali dapat mengkhianati apa yang sebenarnya kita rasakan di dalam, terlepas dari upaya terbaik kita untuk menyembunyikannya.

Dan percayalah, ini adalah studi yang menarik. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari tiga isyarat bahasa tubuh pria yang tampak percaya diri di permukaan tetapi sebenarnya menghadapi rasa tidak aman di bawahnya.

Ini semua tentang memahami perilaku manusia pada tingkat yang lebih dalam dan menggunakan pengetahuan itu untuk peningkatan diri dan hubungan yang lebih baik. Bersiaplah untuk perjalanan berwawasan luas ini melalui dunia bahasa tubuh dan emosi yang tersembunyi.

1) Kompensasi berlebihan dengan postur dominan

Adalah umum untuk mengasosiasikan dominasi dengan kepercayaan diri. Lagi pula, orang-orang yang menempati ruang paling banyak di sebuah ruangan sering dianggap sebagai orang yang paling percaya diri.

Tapi inilah masalahnya-terkadang, postur yang terlalu dominan menutupi rasa tidak aman yang mendasarinya. Psikolog menyebut ini sebagai "ekspansif postural", ketika seseorang membutuhkan banyak ruang untuk tampil lebih besar dan lebih kuat.

Namun, jika seorang pria terus-menerus membusungkan dadanya, berdiri terlalu tegak, atau merentangkan tangannya lebar-lebar, itu bisa menjadi upaya untuk mengimbangi perasaan tidak aman secara berlebihan.

Idenya di sini adalah untuk melihat melampaui tanda-tanda kepercayaan tingkat permukaan dan mengeksplorasi apa yang ada di bawahnya. Ini menantang kita untuk menyadari kenyataan bahwa di balik fasad dominasi bisa ada seorang pria yang berjuang melawan keraguan diri dan rasa tidak aman.

Meskipun postur tegas memang dapat mencerminkan kepercayaan diri, ada baiknya mengamati apakah itu konsisten atau tampak berlebihan. Jika yang terakhir, mungkin ada lebih dari yang terlihat.

2) Menghindari kontak mata

Ah, perdebatan kuno tentang kontak mata. Kita semua telah diberitahu bahwa mempertahankan kontak mata yang baik menandakan kepercayaan diri dan rasa hormat.

Tetapi dalam pengalaman pribadi saya, itu tidak selalu sesederhana itu. Saya ingat pernah bercakap-cakap dengan seorang teman yang selalu menjadi lambang kepercayaan diri. Dia karismatik, ramah, dan sepertinya memiliki semuanya.

Tapi saya melihat sesuatu yang aneh dia jarang melakukan kontak mata selama lebih dari beberapa detik. Itu menurut saya aneh karena dia selalu begitu percaya diri. Akhirnya, di saat yang lebih rentan, dia mengakui bahwa di balik penampilannya yang percaya diri dia sering merasa tidak yakin pada dirinya sendiri.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore