Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 17.24 WIB

8 Ungkapan Kalangan Berada yang Tak Sengaja Terdengar Janggal di Telinga Kelas Menengah

Ilustrasi percakapan orang di taman (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa ada yang 'beda' saat mendengar teman atau kenalan menceritakan pengalamannya? Mungkin tanpa sadar, ada ungkapan yang mereka lontarkan yang bagi sebagian orang terasa biasa saja, namun bagi yang lain bisa jadi terdengar kurang sensitif atau bahkan aneh. 

Ternyata, ada beberapa frasa dan kata yang sering digunakan oleh orang-orang yang tumbuh dalam keluarga berada yang tanpa disadari bisa terdengar out of touch atau tidak nyambung bagi mereka yang berasal dari kelas menengah. Melansir dari Geediting.com, Kamis (17/4), mari kita bahas beberapa contohnya.

1. "Aku Bisa Menyuruh Asistenku Melakukan Itu"

Bagi sebagian orang, memiliki asisten pribadi mungkin adalah hal yang lumrah. Namun, bagi kebanyakan orang dari kelas menengah, gagasan untuk memiliki seseorang yang membantu tugas-tugas sehari-hari mungkin terdengar seperti kemewahan yang jauh dari jangkauan. Ungkapan ini bisa menciptakan jarak dan membuat orang lain merasa kurang nyaman.

2. "Kita Bisa Terbang dengan Jet Pribadi"

Bepergian dengan jet pribadi adalah pengalaman yang sangat eksklusif. Ketika seseorang yang terbiasa dengan kemewahan ini menganggapnya sebagai pilihan yang wajar, hal ini bisa terdengar sangat tidak realistis bagi orang yang mungkin harus menabung berbulan-bulan untuk membeli tiket pesawat kelas ekonomi.

3. "Ini Hanya Beberapa Ratus Dolar"

Persepsi tentang nilai uang bisa sangat berbeda tergantung pada latar belakang ekonomi seseorang. Bagi mereka yang tumbuh dalam keluarga kaya, sejumlah uang yang bagi kebanyakan orang dianggap besar, mungkin terasa seperti jumlah yang kecil atau tidak signifikan. Ungkapan ini bisa menunjukkan kurangnya pemahaman tentang perjuangan finansial yang dihadapi banyak orang.

4. "Rumah Peristirahatan Kami di..."

Kepemilikan properti kedua atau bahkan lebih adalah hal yang umum bagi keluarga berada. Namun, bagi kelas menengah, memiliki satu rumah saja seringkali merupakan tujuan finansial yang besar. Menyebutkan "rumah peristirahatan" bisa terdengar seperti pamer dan tidak sensitif terhadap realitas ekonomi orang lain.

5. "Aku Tidak Yakin Merek Apa Ini"

Ketika seseorang terbiasa dengan barang-barang mewah dan mahal, mereka mungkin tidak terlalu memperhatikan merek atau harga. Namun, bagi banyak orang, merek dan harga adalah pertimbangan penting dalam setiap pembelian. Mengatakan "aku tidak yakin merek apa ini" bisa terdengar angkuh atau menunjukkan bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang hal-hal seperti itu.

6. "Biarkan Saja Mereka Makan Kue"

Frasa terkenal yang sering dikaitkan dengan Marie Antoinette ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang kesulitan hidup orang lain. Meskipun mungkin diucapkan dengan maksud bercanda, ungkapan ini bisa terdengar sangat meremehkan dan tidak peka terhadap masalah kelaparan atau kesulitan ekonomi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore