Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 03.37 WIB

7 Ungkapan yang Sering Digunakan Keluarga Toxic untuk Membungkam, Membuatmu Merasa Bersalah, atau Mengendalikanmu

Ilustrasi sebuah keluarga toxic (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Keluarga memang sering disebut sebagai segalanya dalam hidup. Namun, kenyataannya, tidak semua orang bisa merasakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung. Ada kalanya, keluarga justru menjadi sumber tekanan dan luka batin yang sulit disembuhkan.

Tanpa disadari, dinamika dalam keluarga bisa penuh dengan aturan tidak tertulis dan ekspektasi yang menekan. Beberapa ungkapan yang terdengar biasa ternyata bisa menyimpan makna manipulatif yang membuat seseorang merasa bersalah, tertekan, bahkan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Jika kamu pernah merasa dibungkam atau dimanipulasi lewat kata-kata dari anggota keluarga, percayalah, kamu tidak sendirian. Situasi seperti ini lebih sering terjadi daripada yang kita kira. Masalahnya, tidak semua orang menyadari dampak dari ucapan yang dianggap 'biasa' itu.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (16/4), berikut ini tujuh ungkapan yang kerap digunakan keluarga toxic untuk mengendalikan, membungkam, atau membuatmu merasa bersalah. Penting untuk mengenali makna di baliknya agar kamu bisa lebih waspada dan tahu cara menyikapinya.

1. "Kamu Terlalu Sensitif"

Ucapan ini sering muncul saat seseorang mencoba mengungkapkan perasaan atau keberatannya. Sayangnya, respons seperti ini malah membuat orang meragukan perasaannya sendiri. Padahal, ini adalah cara untuk mengalihkan tanggung jawab dari pelaku ke korban.

Mereka seolah ingin berkata, "Aku tidak mau disalahkan, jadi masalahnya ada di kamu yang bereaksi berlebihan." Padahal, setiap perasaan yang muncul adalah valid dan pantas dihargai. Jangan biarkan orang lain membuatmu meragukan apa yang kamu rasakan.

2. "Kita Selalu Lakukan seperti Ini"

Ungkapan ini sering dipakai untuk menolak ide baru atau perubahan dalam keluarga. Di balik kesannya yang sederhana, sebenarnya ini adalah cara untuk mempertahankan status quo dan menutup ruang diskusi. Tradisi memang penting, tetapi bukan berarti harus membatasi cara berpikir dan berkembang.

Pesan tersembunyinya adalah, "Pendapat dan cara kamu tidak penting, yang penting cara kita." Jika terus dibiarkan, lingkungan seperti ini bisa membuat orang takut berpendapat dan merasa tidak punya ruang untuk menjadi diri sendiri.

3. "Kalau Kamu Sayang Sama Aku, Kamu Pasti ..."

Ini adalah bentuk manipulasi yang sangat halus tetapi efektif. Ungkapan ini dipakai untuk memaksa seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak nyaman atau tidak diinginkan. Cinta yang sehat seharusnya tidak datang dengan paksaan atau ancaman terselubung.

Orang yang benar-benar mencintai akan menghargai batasan dan keputusanmu. Mereka tidak akan menjadikan rasa sayang sebagai alat untuk memaksakan kehendak. Jika kamu mendengar kalimat ini, ingatlah bahwa cinta tidak bisa diukur dengan seberapa jauh kamu mau mengorbankan diri.

4. "Jangan Umbar Aib Keluarga"

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore