Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Maret 2025 | 02.36 WIB

Orang yang Selalu Berlebihan Saat Bercerita, Ternyata Punya 7 Perilaku Ini

Orang yang Selalu Berlebihan Saat Bercerita, Ternyata Punya 7 Perilaku Ini - Image

Orang yang Selalu Berlebihan Saat Bercerita, Ternyata Punya 7 Perilaku Ini

JawaPos.com - Pernahkah anda mendengarkan seseorang bercerita dengan begitu dramatis, sampai rasanya seperti menonton film di bioskop?

Orang yang selalu berlebihan saat bercerita memang punya kemampuan unik dalam menghidupkan kisah, meskipun terkadang ceritanya terdengar terlalu luar biasa untuk menjadi kenyataan.

Bisa jadi ini bukan sekadar kebiasaan, tapi ada perilaku tertentu yang mendasarinya. Dari sekadar menambahkan detail kecil hingga benar-benar mendramatisir sebuah cerita, ada banyak alasan mengapa seseorang cenderung melebih-lebihkan cerita mereka.

Dilansir dari Hack Spirit pada Sabtu (29/3) yuk, cek 7 perilaku yang sering muncul pada orang yang selalu berlebihan saat bercerita!

1. Mencari Validasi

Salah satu alasan utama seseorang melebih-lebihkan cerita adalah kebutuhan akan validasi. Mereka ingin didengar, diperhatikan, dan dianggap menarik oleh orang lain. Mungkin mereka pernah merasa diabaikan di masa lalu, atau mereka memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Dengan mendramatisir kisah-kisah mereka, mereka berharap mendapat reaksi yang lebih besar dari orang-orang di sekitarnya. Misalnya, jika mereka hanya bertemu artis favorit di kafe, cerita mereka bisa berubah menjadi “Kami ngobrol lama, dan dia bahkan meminta nomor teleponku!”

2. Sering Menambahkan Detail yang Tidak Diperlukan

Pernah ketemu orang yang cerita panjang lebar, sampai warna baju dan aroma kopi ikut disebutkan padahal nggak relevan? Nah, ini salah satu ciri orang yang selalu berlebihan saat bercerita.

Mereka bisa menggambarkan kejadian biasa dengan detail yang terlalu berlebihan. Hari hujan biasa bisa berubah menjadi badai yang hampir menerbangkan mereka ke langit. Tujuannya? Supaya cerita mereka lebih menarik dan terasa nyata.

Tapi masalahnya, detail ini sering berubah setiap kali mereka mengulang cerita. Hari ini mereka bilang atasan mereka marah besar, besok bisa berubah jadi atasan yang sampai melempar barang.

3. Lebih Rentan Terhadap Fluktuasi Emosional

Banyak orang yang suka mendramatisir cerita ternyata juga memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka bisa tertawa bahagia saat mendapat perhatian, tapi langsung murung atau tersinggung kalau cerita mereka dipertanyakan.

Misalnya, ada seorang teman yang suka membesar-besarkan kisah cintanya. Ketika seseorang bercanda dan meragukan ceritanya, dia langsung berubah ekspresi, menjadi pendiam, bahkan merasa tersinggung. Ini karena mereka tahu cerita mereka dilebih-lebihkan, dan kritik dari orang lain bisa membuat mereka merasa tidak nyaman.

4. Punya Kemampuan Mengamati yang Baik

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore