
10 Tanda Halus Seseorang Bukan Narsisis, tetapi Orang Jahat, Menurut Psikologi
JawaPos.com - Kita sering kali berusaha memahami apakah seseorang yang kita temui adalah seorang narsisis atau hanya orang yang memiliki karakter buruk. Sering kali, kita melihat orang dengan perilaku yang merugikan, tetapi mereka tidak selalu masuk dalam kategori narsistik. Faktanya, banyak orang yang memiliki sifat buruk tetapi tidak bisa didiagnosis sebagai narsisis.
Jadi, bagaimana kita bisa mengenali tanda-tanda bahwa seseorang bukan narsisis, tetapi tetap merupakan individu yang beracun dalam kehidupan kita?
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Minggu, 16 Maret 2025. Berikut ini adalah 10 tanda halus yang menunjukkan seseorang bukan seorang narsisis, tetapi mereka tetap bisa menjadi orang yang berbahaya menurut psikologi.
1. Mereka Secara Konsisten Meremehkan Orang Lain
Beberapa orang memiliki kebiasaan meremehkan pendapat atau perasaan orang lain. Mereka tidak selalu menunjukkan keangkuhan yang khas seperti narsisis, tetapi tetap memiliki sikap yang membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Carl Rogers, seorang psikolog terkenal, pernah mengatakan, "Paradoks yang aneh adalah ketika saya menerima diri saya apa adanya, maka saya dapat berubah." Kutipan ini menyoroti pentingnya penerimaan diri dan validasi dalam kehidupan seseorang. Namun, jika seseorang terus-menerus mengabaikan Anda, mereka sebenarnya menghambat pertumbuhan dan kepercayaan diri Anda.
2. Mereka Ahli dalam Mengalihkan Kesalahan
Orang jahat sering kali menghindari tanggung jawab dengan mengalihkan kesalahan kepada orang lain. Mereka mungkin tidak terang-terangan menyalahkan Anda, tetapi mereka akan menciptakan situasi di mana Anda merasa bertanggung jawab atas kesalahan mereka.
Dr. Albert Ellis pernah berkata, "Tahun-tahun terbaik dalam hidup Anda adalah ketika Anda menyadari bahwa masalah Anda adalah tanggung jawab Anda sendiri." Sayangnya, individu yang manipulatif justru melakukan hal sebaliknya: mereka menolak bertanggung jawab atas tindakan mereka.
3. Mereka Tidak Tersedia Secara Emosional
Ketidakhadiran emosional seseorang bisa sama merusaknya dengan perilaku negatif yang nyata. Mereka tidak peduli dengan perasaan Anda, tidak memberikan empati, dan membuat Anda merasa sendirian bahkan saat berada di dekat mereka.
Psikolog John Bowlby mengatakan, "Apa yang tidak dapat dikomunikasikan kepada [ibu], tidak dapat dikomunikasikan kepada diri sendiri." Artinya, ketika seseorang terus-menerus tidak tersedia secara emosional, mereka merusak kemampuan Anda untuk memahami dan mengekspresikan diri.
4. Mereka Sering Mengingkari Janji
Janji yang diingkari secara terus-menerus adalah tanda kurangnya rasa hormat dan empati terhadap orang lain. Jika seseorang sering kali gagal menepati kata-katanya tanpa alasan yang jelas, itu adalah tanda bahaya besar.
Dr. Jordan Peterson pernah berkata, "Lebih baik melakukan sesuatu dengan buruk daripada tidak melakukannya sama sekali." Dengan kata lain, orang yang menghormati janji mereka akan tetap mencoba, bahkan jika itu sulit.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
