Ilustrasi orang yang paling bahagia (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Meraih kebahagiaan bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan atau memiliki pendekatan mental yang sempurna. Ini tentang mengalihkan fokus anda dari hal yang menguras energi, waktu, kewarasan, dan rasa damai anda.
Dalam bukunya The Subtle Art of Not Giving a F*ck, Mark Manson berkata: "Kita hanya punya begitu banyak hal yang bisa kita pedulikan dalam hidup, jadi kita harus memilihnya dengan bijak."
Jadi, jika ingin menjadi salah satu dari orang paling bahagia, ada baiknya anda mulai menghindari tujuh kebiasaan ini, sebagaimana dilansir dari Small Biz Technology pada Kamis (13/3).
1. Obsesi untuk Menyenangkan Semua Orang
Pernahkah anda mendapati diri terlalu banyak berpikir tentang cara membuat semua orang bahagia, baik itu rekan kerja, anggota keluarga, bahkan orang asing di internet hanya untuk akhirnya merasa benar-benar lelah?
Banyak yang berpikir bahwa kebahagiaan datang dari mendapatkan persetujuan semua orang. Namun, Mark Manson menegaskan bahwa mengejar persetujuan universal adalah jalan cepat menuju kesengsaraan.
Jika anda terus mencoba menyenangkan semua orang, anda hanya akan kelelahan tanpa benar-benar mendapatkan kebahagiaan.
2. Kegagalan Masa Lalu
Memikirkan kesalahan di masa lalu hanya akan membuat anda terjebak dalam lingkaran penyesalan yang tidak produktif. Orang paling bahagia tahu bahwa kegagalan hanyalah bagian dari perjalanan. Mereka tidak berkubang dalam kesalahan, tetapi menggunakannya sebagai pelajaran untuk melangkah maju.
Dalam psikologi kesehatan mental, konsep ini disebut 'penyesalan adaptif', menggunakan penyesalan untuk memperbaiki diri, bukan untuk menyiksa diri sendiri.
Jika kegagalan tiga bulan lalu masih membebani pikiran anda, tanyakan: Apakah ini membantu saya atau justru menguras hidup saya? Jika jawabannya yang kedua, mungkin sudah waktunya untuk melangkah maju.
3. Validasi Tanpa Akhir
Apakah anda sering memeriksa media sosial setiap lima menit untuk melihat jumlah like dan komentar? Atau selalu mencari pujian dari orang lain agar merasa berharga?
Rasanya memang menyenangkan mendapatkan validasi eksternal, tetapi itu hanya bersifat sementara. Orang paling bahagia tidak bergantung pada persetujuan sosial yang sesaat. Mereka menemukan kepuasan dalam nilai-nilai pribadi dan hubungan yang benar-benar bermakna.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
