
seseorang yang memprioritaskan uang daripada hubungan./ Freepik/cookie_studio
JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, uang sering kali menjadi tolok ukur kesuksesan. Banyak orang bekerja keras demi stabilitas finansial, kenyamanan, dan status sosial.
Namun, ketika uang secara konsisten ditempatkan di atas hubungan—baik dengan pasangan, keluarga, maupun teman—psikologi melihat ini bukan sekadar pilihan hidup, melainkan cerminan pola kepribadian tertentu.
Menariknya, sebagian besar orang yang memprioritaskan uang daripada hubungan tidak sepenuhnya sadar bahwa pola ini memengaruhi cara mereka berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (27/1), terdapat delapan ciri kepribadian yang sering muncul menurut perspektif psikologi.
1. Rasa Aman Bergantung pada Kontrol, Bukan Kedekatan Emosional
Bagi sebagian orang, uang memberikan rasa aman yang lebih nyata dibandingkan hubungan emosional. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan kebutuhan akan kontrol. Uang bisa dihitung, disimpan, dan direncanakan—sementara hubungan bersifat dinamis dan tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.
Akibatnya, individu ini cenderung merasa lebih tenang saat saldo rekening bertambah daripada saat membangun kedekatan emosional. Mereka tidak selalu anti-hubungan, tetapi merasa hubungan terlalu “berisiko” secara emosional.
2. Cenderung Menghindari Kerentanan Emosional
Hubungan yang sehat menuntut keterbukaan, empati, dan kerentanan. Namun, orang yang memprioritaskan uang sering kali terbiasa bersikap mandiri secara ekstrem. Dalam psikologi, ini bisa berkaitan dengan avoidant attachment style.
Mereka mungkin merasa tidak nyaman membicarakan perasaan, meminta bantuan, atau bergantung pada orang lain. Fokus pada uang menjadi “tameng” untuk menghindari kemungkinan terluka secara emosional.
3. Menilai Diri Sendiri Berdasarkan Pencapaian, Bukan Koneksi
Ciri lain yang sering muncul adalah harga diri yang berbasis prestasi. Nilai diri diukur dari jabatan, penghasilan, aset, atau produktivitas—bukan dari kualitas hubungan atau peran emosional dalam kehidupan orang lain.
Secara tidak sadar, mereka merasa lebih “berharga” saat sukses secara finansial, dan merasa gagal ketika hubungan bermasalah, meskipun sudah berusaha.
4. Kesulitan Memprioritaskan Waktu untuk Orang Terdekat
Orang yang memprioritaskan uang sering kali mengatakan, “Aku melakukan ini demi masa depan kita.” Namun dalam praktiknya, pekerjaan dan target finansial terus mengambil alih waktu dan energi.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
