
seseorang yang mengingat detail kecil dari masa kecil./Freepik/freepik
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang beranggapan bahwa daya ingat akan selalu menurun. Namun, psikologi modern menunjukkan gambaran yang jauh lebih menarik dan optimistis.
Faktanya, tidak semua jenis memori melemah seiring penuaan. Pada banyak individu berusia di atas 70 tahun, kemampuan mengingat detail kecil dari masa kecil—seperti aroma dapur rumah lama, suara sepeda di jalan desa, atau warna seragam sekolah—justru menjadi tanda kekuatan memori jangka panjang yang luar biasa.
Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai ketahanan memori autobiografis, yaitu kemampuan otak untuk menyimpan dan mengakses pengalaman emosional yang bermakna dalam jangka waktu puluhan tahun.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (25/1), jika seseorang di usia lanjut masih dapat mengingat detail-detail kecil dari masa kecilnya dengan jelas, hal ini sering kali mencerminkan delapan kekuatan memori jangka panjang berikut.
1. Penyimpanan Memori Autobiografis yang Kuat
Memori autobiografis adalah ingatan tentang peristiwa pribadi yang membentuk identitas seseorang. Orang lanjut usia yang masih dapat mengingat detail masa kecil menunjukkan bahwa otaknya mampu menyimpan informasi personal dalam waktu yang sangat panjang.
Menurut psikologi kognitif, memori jenis ini sangat berkaitan dengan identitas diri. Artinya, semakin kuat memori autobiografis seseorang, semakin stabil pula rasa “siapa diri mereka” di sepanjang hidup. Ini bukan sekadar ingatan, tetapi fondasi kepribadian.
2. Koneksi Emosional yang Mendalam terhadap Ingatan
Ingatan yang bertahan puluhan tahun hampir selalu terikat dengan emosi. Orang berusia di atas 70 tahun yang mampu mengingat detail kecil dari masa kecil biasanya memiliki koneksi emosional yang kuat terhadap pengalaman tersebut.
Psikologi menjelaskan bahwa emosi berfungsi seperti “lem perekat” bagi memori. Kenangan yang disertai rasa bahagia, haru, takut, atau cinta akan disimpan lebih dalam oleh otak dan lebih mudah dipanggil kembali, bahkan setelah waktu yang sangat lama.
3. Aktivasi Area Otak yang Terkait dengan Memori Jangka Panjang
Kemampuan mengingat detail masa kecil menunjukkan bahwa area otak seperti hipokampus dan korteks prefrontal masih bekerja secara efektif dalam mengakses memori lama.
Menariknya, penelitian psikologi dan neurosains menunjukkan bahwa memori lama sering kali lebih stabil dibandingkan memori baru pada usia lanjut. Inilah sebabnya mengapa seseorang mungkin lupa apa yang dimakan kemarin, tetapi sangat jelas mengingat rumah masa kecilnya.
4. Kemampuan Rekonstruksi Memori yang Baik
Memori bukanlah rekaman video yang diputar ulang, melainkan proses rekonstruksi. Orang lanjut usia yang dapat mengingat detail kecil—seperti cuaca pada hari tertentu atau pakaian yang dikenakan saat kecil—menunjukkan kemampuan rekonstruksi memori yang baik.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
