
seseorang yang masih membaca buku fisik / foto: Magnific/jcomp
JawaPos.com - Di tengah kemudahan teknologi dan maraknya buku digital yang dapat diakses hanya dengan beberapa sentuhan, masih banyak orang yang tetap setia pada buku fisik. Aroma khas kertas, sensasi membalik halaman, hingga kepuasan melihat rak buku yang penuh sering kali memberikan pengalaman yang tidak tergantikan.
Pilihan ini bukan sekadar soal kebiasaan atau nostalgia. Menurut berbagai temuan dalam psikologi dan ilmu kognitif, preferensi terhadap buku fisik juga dapat mencerminkan sejumlah karakter dan kekuatan yang unik. Tentu saja, ini bukan berarti pembaca buku digital tidak memiliki kualitas yang sama. Namun, orang yang masih menikmati buku cetak cenderung menunjukkan beberapa kecenderungan psikologis tertentu.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (21/6), terdapat tujuh kekuatan unik yang sering dimiliki oleh mereka yang lebih menyukai buku fisik.
1. Memiliki Fokus dan Konsentrasi yang Lebih Mendalam
Membaca buku fisik memungkinkan seseorang untuk terlibat secara penuh dengan isi bacaan tanpa gangguan notifikasi, pesan instan, atau godaan membuka aplikasi lain.
Psikologi kognitif menunjukkan bahwa manusia lebih mudah memasuki kondisi deep reading ketika membaca teks dalam bentuk fisik. Kondisi ini membantu pembaca memahami informasi secara lebih mendalam, meningkatkan daya ingat, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis.
Orang yang memilih buku fisik sering kali menunjukkan kemampuan untuk:
Berkonsentrasi lebih lama.
Menikmati proses secara perlahan.
Tidak mudah terdistraksi oleh rangsangan digital.
Kemampuan fokus yang kuat merupakan aset penting di era yang dipenuhi gangguan informasi seperti saat ini.
2. Memiliki Kesabaran yang Tinggi
Berbeda dengan budaya digital yang serba cepat, membaca buku fisik mengajarkan seseorang untuk menghargai proses.
Tidak ada fitur pencarian instan, tidak ada tautan yang mengalihkan perhatian, dan tidak ada kebiasaan menggulir layar dengan cepat. Semua dilakukan halaman demi halaman.
Kebiasaan ini membantu membentuk kesabaran dan ketekunan. Dalam psikologi, kemampuan menunda kepuasan (delayed gratification) sering dikaitkan dengan kesuksesan jangka panjang dan kemampuan mengendalikan diri yang baik.
Mereka yang nyaman membaca buku cetak biasanya tidak terburu-buru dan lebih mampu menikmati perjalanan dibanding hanya berfokus pada hasil akhir.
3. Memiliki Keterikatan Emosional yang Kuat terhadap Pengalaman
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
