
seseorang yang baik namun terprovokasi./ Freepik/EyeEm
JawaPos.com - Kita sering percaya bahwa orang baik akan selalu bersikap lembut, sabar, dan penuh pengertian dalam situasi apa pun.
Mereka dianggap sebagai sosok yang “tidak mungkin marah”, “tidak tega menyakiti”, atau “selalu memaafkan”.
Namun psikologi modern menunjukkan fakta yang jauh lebih kompleks: kebaikan bukan berarti kebal terhadap sisi gelap manusia.
Setiap individu—sebaik apa pun ia terlihat—memiliki batas toleransi emosional. Ketika batas ini dilanggar berulang kali, ketika rasa hormat diinjak, atau ketika provokasi berlangsung terlalu lama, bahkan orang yang paling baik pun bisa menunjukkan perilaku yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Bukan karena mereka berubah menjadi jahat, melainkan karena mekanisme pertahanan psikologis mulai mengambil alih.
Dilansir dari Geediting pada Senin (29/12), terdapat delapan sifat gelap yang menurut psikologi bisa muncul pada orang baik ketika mereka diprovokasi terlalu jauh.
1. Ledakan Amarah yang Tertahan Lama
Orang baik biasanya menekan amarahnya. Mereka memilih diam, memaafkan, dan mengalah demi menjaga harmoni. Namun psikologi menyebut ini sebagai suppressed anger—amarah yang disimpan, bukan dihilangkan.
Ketika tekanan menumpuk tanpa saluran sehat, amarah ini bisa meledak secara tiba-tiba dan intens. Ironisnya, ledakan ini sering jauh lebih keras dibandingkan orang yang terbiasa mengekspresikan emosi sejak awal.
2. Sikap Dingin dan Menarik Diri Secara Emosional
Alih-alih marah secara eksplosif, sebagian orang baik memilih jalan lain: mematikan emosinya. Mereka menjadi dingin, datar, dan tampak tidak peduli.
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai emotional withdrawal. Bukan karena mereka tak lagi peduli, tetapi karena rasa sakit sudah terlalu dalam sehingga jarak emosional terasa lebih aman daripada terus terluka.
3. Sindiran Tajam yang Tidak Biasa
Orang baik jarang menyerang secara langsung. Namun ketika diprovokasi terlalu jauh, mereka bisa mulai menggunakan sindiran, humor pahit, atau komentar pasif-agresif.
Ini adalah bentuk agresi tidak langsung—cara aman bagi mereka untuk meluapkan kekecewaan tanpa melanggar citra diri sebagai “orang baik”. Meski terdengar halus, dampaknya bisa sangat menusuk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022