
seseorang yang tidak lagi merasakan cinta./Freepik/prostock-studio
JawaPos.com - Cinta jarang benar-benar menghilang dalam semalam. Ia lebih sering memudar perlahan, nyaris tak terdengar, seperti api kecil yang kehabisan oksigen.
Dalam banyak hubungan, terutama pada pria, hilangnya perasaan cinta tidak selalu diekspresikan lewat kata-kata atau pertengkaran besar.
Justru sebaliknya—psikologi menunjukkan bahwa pria yang tak lagi mencintai cenderung memperlihatkan perubahan perilaku yang halus, diam-diam, dan sering kali disalahartikan sebagai “sedang lelah” atau “sibuk saja”.
Masalahnya, ketika sinyal-sinyal ini diabaikan, hubungan bisa berjalan dalam kondisi hampa emosi, menyisakan kebingungan dan luka yang tak perlu.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (27/12), terdapat delapan perilaku diam-diam yang kerap muncul ketika seorang pria sudah tidak lagi merasakan cinta, ditinjau dari sudut pandang psikologi hubungan.
1. Ia Hadir Secara Fisik, Namun Absen Secara Emosional
Menurut psikologi, keterikatan emosional adalah inti dari cinta. Ketika cinta memudar, seorang pria mungkin masih duduk di samping Anda, masih menjalani rutinitas yang sama, tetapi kehadirannya terasa kosong.
Ia jarang menunjukkan empati, tidak lagi penasaran dengan perasaan Anda, dan respons emosionalnya terasa datar.
Bukan karena ia tidak mampu berempati, melainkan karena investasinya secara emosional sudah berkurang. Ia “ada”, namun tidak benar-benar bersama.
2. Percakapan Menjadi Dangkal dan Fungsional
Cinta mendorong manusia untuk berbagi cerita, pikiran, dan perasaan. Saat cinta hilang, percakapan berubah menjadi sekadar alat koordinasi: soal jadwal, kebutuhan rumah, atau hal-hal teknis lainnya.
Psikologi menyebut ini sebagai emotional disengagement. Ia tidak lagi merasa perlu membuka diri, karena secara tidak sadar ia sudah berhenti membangun kedekatan batin.
3. Ia Tidak Lagi Berusaha Memahami Konflik
Pria yang masih mencintai biasanya ingin menyelesaikan konflik, meski caranya tidak selalu sempurna. Namun ketika cinta memudar, konflik dianggap melelahkan dan tidak layak diperjuangkan.
Alih-alih berdiskusi, ia memilih diam, menghindar, atau berkata, “Terserah.” Dalam psikologi, sikap ini sering menjadi tanda bahwa seseorang sudah melepaskan harapan terhadap hubungan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022