
seseorang yang berpura-pura lebih kaya./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di era media sosial dan budaya pamer yang semakin kuat, persepsi tentang “kaya” sering kali tidak lagi selaras dengan realitas. Banyak orang terlihat hidup nyaman, serba mewah, dan seolah tanpa beban finansial.
Namun menurut psikologi sosial, tampilan luar tidak selalu mencerminkan kondisi keuangan yang sesungguhnya.
Faktanya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang justru berusaha terlihat kaya sebagai mekanisme kompensasi—baik untuk menutupi rasa tidak aman, tekanan sosial, maupun kebutuhan akan pengakuan. Menariknya, perilaku ini sering muncul dalam pola-pola tertentu yang berulang.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (24/12), jika seseorang secara konsisten menunjukkan kebiasaan berikut, ada kemungkinan mereka sedang berpura-pura lebih kaya daripada kondisi sebenarnya—bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami dinamika psikologis di baliknya.
1. Terobsesi Menampilkan Barang Bermerek Secara Berlebihan
Orang yang benar-benar mapan secara finansial biasanya tidak merasa perlu terus-menerus menunjukkan merek yang mereka pakai. Sebaliknya, menurut psikologi konsumsi, obsesi pada logo dan merek mahal sering berkaitan dengan kebutuhan validasi eksternal.
Ketika seseorang selalu menonjolkan sepatu, tas, jam, atau gadget bermerek—bahkan dalam situasi yang tidak relevan—itu bisa menjadi sinyal bahwa nilai diri mereka sangat bergantung pada simbol status, bukan stabilitas nyata.
2. Sering Membicarakan Uang dan Gaya Hidup Mewah
Psikologi menyebut fenomena ini sebagai compensatory signaling. Orang yang merasa kurang dalam satu aspek cenderung lebih vokal membicarakannya.
Jika seseorang sering:
Menyebut nominal harga
Membandingkan gaya hidup
Mengklaim “biasa saja” sambil menyelipkan cerita mahal
itu bisa menjadi upaya tidak sadar untuk meyakinkan orang lain—dan diri sendiri—bahwa mereka berada di kelas ekonomi tertentu.
3. Aktif Pamer di Media Sosial, Tapi Tidak Konsisten di Dunia Nyata

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
