Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Desember 2025 | 19.36 WIB

5 Alasan Utama Banyak Orang Kesulitan Mengatakan 'Tidak' dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi seseorang yang sulit mengatakan

JawaPos.com – Sebuah analisis terbaru mengungkap alasan utama yang menyebabkan banyak orang kesulitan mengatakan tidak dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini berdampak pada kesehatan mental, kemampuan mengambil keputusan, dan relasi sosial individu.

Para ahli menilai bahwa pemahaman terhadap penyebabnya dapat membantu seseorang membangun batasan yang lebih sehat dan realistis.

Berikut 5 alasan beberapa orang sulit untuk mengatakan ‘tidak' pada kehidupan sehari-hari, seperti dikutip dari laman News Glade Counselling pada Selasa (2/12).

  1. Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Banyak individu kesulitan menolak permintaan orang lain karena memiliki sifat yang cenderung ingin menyenangkan semua pihak. Pola ini sering muncul dari keinginan kuat untuk diterima dan disukai oleh lingkungan sekitar. Sikap tersebut membuat seseorang mengabaikan kebutuhan pribadinya demi memenuhi keinginan orang lain. Para pakar menilai bahwa kebiasaan ini dapat memicu tekanan emosional apabila tidak dikendalikan.

  1. Takut pada Figur Otoritas

Rasa takut terhadap figur otoritas seperti atasan atau tokoh berkuasa menjadi alasan lain seseorang tidak mampu berkata tidak. Pengalaman masa kecil yang berkaitan dengan teguran atau hukuman sering memperkuat respons tersebut. Individu cenderung menghindari konflik dengan setuju pada permintaan figur otoritas, meskipun tidak nyaman. Kondisi ini menciptakan pola tunduk yang tidak sehat dalam hubungan profesional ataupun personal.

  1. Takut Akan Kegagalan

Rasa takut gagal sering membuat seseorang menerima lebih banyak tanggung jawab meski sudah kewalahan. Individu merasa bahwa menolak permintaan dapat dianggap sebagai ketidakmampuan untuk memenuhi tugas. Karena itu, mereka memilih mengatakan ya untuk membuktikan diri meskipun hal tersebut menambah beban. Para ahli memperingatkan bahwa pola ini berisiko memicu kelelahan fisik dan emosional.

  1. Kebutuhan Masa Kecil yang Belum Terpenuhi

Kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi pada masa kecil, seperti rasa aman atau perlindungan, dapat memengaruhi kemampuan seseorang menolak permintaan. Sebagian individu mengembangkan strategi bertahan hidup berupa perilaku menyenangkan orang lain. Pola tersebut terbawa hingga dewasa ketika luka masa lalu kembali muncul dalam situasi tertentu. Hubungan interpersonal biasanya menjadi ruang paling rentan untuk memunculkan kebiasaan ini.

  1. Kurangnya Batasan Diri

Kurangnya batasan diri juga menjadi faktor penting yang membuat seseorang sulit berkata tidak. Rendahnya harga diri dapat membuat individu merasa tidak setara dengan orang lain sehingga mudah dimanfaatkan. Mereka kerap mengaburkan batasan demi diterima atau memenuhi harapan sosial tertentu. Psikolog menekankan bahwa membangun nilai diri adalah langkah awal untuk menetapkan batasan yang sehat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore