
Ilustrasi seorang dewasa muda sedang berbicara dengan orang yang lebih tua di rumah./Freepik
JawaPos.com - Sewaktu kecil, kita semua pernah berjanji tidak akan pernah meniru omelan orang tua yang menyebalkan. Kalimat seperti "Karena Ayah/Ibu bilang begitu!" sering membuat kita memutar mata dan bersumpah akan menjadi orang tua yang lebih tenang.
Ironisnya, setelah menjadi dewasa dan merasakan beban hidup, kalimat-kalimat yang sama justru mulai meluncur begitu saja.
Fenomena ini disebut parental scripting dalam psikologi, di mana kebiasaan verbal yang didengar sejak kecil membentuk jalur saraf yang kuat di otak. Ketika kita merasa lelah atau stres, otak akan secara otomatis mengambil naskah yang paling dikenal, melansir dari Geediting.com Sabtu (8/11), sehingga kita kembali mengucapkan kalimat dari orang tua.
Mari kita lihat delapan frasa klasik yang kini kita ulangi, bahkan mungkin mulai kita pahami maknanya.
1. Karena Saya Bilang Begitu
Semasa kecil, kalimat ini terasa sangat otoriter dan hanya menunjukkan kekuasaan belaka. Kini sebagai orang dewasa, kita mengerti bahwa ini sering kali muncul karena kelelahan membuat keputusan. Kalimat ini adalah jalan pintas otak yang kehabisan energi untuk bernegosiasi.
2. Uang Tidak Tumbuh di Pohon
Frasa ini dulunya terdengar seperti omelan yang menjengkelkan saat kita meminta sesuatu. Kini, kita memahami ini adalah realisme tentang kelangkaan dan pentingnya tanggung jawab finansial. Kalimat ini menjadi pengingat diri untuk menahan diri dari pembelian impulsif.
3. Kalau Tidak Ada yang Baik Diucapkan, Lebih Baik Diam
Dulu kita menganggap ini sebagai pembungkaman emosi dan perasaan yang tidak adil. Kini, ini adalah pelajaran kecerdasan emosional yang penting tentang pengendalian diri. Kita belajar untuk jeda sejenak, mengaktifkan empati, dan berpikir sebelum berbicara.
4. Kamu Akan Mengerti Kalau Sudah Dewasa
Frasa ini adalah penolakan mutlak yang paling dibenci, seolah kita tidak layak mendapatkan jawaban yang adil. Kini, dengan kedewasaan, kita memiliki perspektif dan empati kognitif yang lebih baik. Kita jadi mengerti alasan di balik kekhawatiran dan batasan yang mereka tetapkan dulu.
5. Makan Sayuranmu, Itu Baik untukmu
Nasihat yang dulu kita tolak mentah-mentah ini ternyata didukung oleh ilmu pengetahuan modern. Penelitian menunjukkan adanya hubungan erat antara makanan yang baik dengan suasana hati dan kesehatan otak. Ketika kita mengucapkan ini, sebenarnya kita menyalurkan pengetahuan nutrisi yang instingtif.
6. Jangan Cemberut, Nanti Wajahmu Akan Begitu Terus
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022