Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 November 2025 | 17.16 WIB

Kenali Perbedaannya, Berikut Ialah 6 Frasa yang Sering Digunakan oleh Seseorang Tidak Benar-benar Minta Maaf Ketika Bersalah

Ilustrasi frasa yang sering digunakan oleh seseorang yang tidak benar minta maaf. Freepik - Image

Ilustrasi frasa yang sering digunakan oleh seseorang yang tidak benar minta maaf. Freepik

JawaPos.com - Kamu tahu rasanya ketika seseorang meminta maaf padamu, tapi dibanding merasa lebih baik, kamu malah merasa lebih buruk? 

Permintaan maaf yang tulus membutuhkan pertanggungjawaban yang tulus. Permintaan maaf itu memang tidak nyaman. 

Permintaan maaf palsu ada di mana-mana, dikemas dengan kata-kata yang terdengar tulus tetapi sebenarnya mengalihkan semua kesalahan kembali ke pihak lain. 

Setelah bertahun-tahun menyaksikan konflik di kantor, menghadapi drama keluarga, dan melakukan banyak kesalahan sendiri, kita telah belajar mengenali frasa pengalihan ini dari jarak jauh.

Dilansir dari Geediting, berikut adalah 6 tanda paling umum yang menandakan seseorang tidak benar-benar bertanggung jawab. Simak penjelasannya!

1. Maaf Kamu Merasa Seperti Itu

Ini adalah benang merah dari semua tindakan tidak meminta maaf. Kedengarannya simpatik, ya? Tapi coba perhatikan lebih dekat. 

Orang tersebut tidak meminta maaf atas perbuatannya. Mereka hanya mengungkapkan penyesalan karena Anda punya perasaan terhadapnya.

Apa sebenarnya yang dikatakan di sini? "Perasaanmu adalah masalahmu, bukan masalahku." Itu adalah bom waktu emosional yang dibungkus dengan paket yang terdengar simpatik.

2. Maaf Kalau Aku Menyinggungmu

Kata "jika" yang singkat itu sangat berpengaruh di sini. Kata itu menyiratkan bahwa mungkin, mungkin saja, tidak ada pelanggaran yang terjadi. 

Kata itu hipotetis, bersyarat, dan sama sekali tidak mengakui adanya kerugian yang ditimbulkan.

Coba pikirkan. Jika seseorang menginjak kaki Anda, mereka tidak akan berkata, "Maaf kalau saya menginjak kaki Anda."  

Mereka tahu mereka yang melakukannya. Menggunakan "jika" dalam permintaan maaf berarti orang tersebut tidak percaya bahwa mereka melakukan kesalahan atau tidak mau mengakuinya. 

Permintaan maaf yang sesungguhnya adalah: "Maafkan aku karena telah menyinggungmu." Tanpa syarat. Tanpa klausula berlebihan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore