Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Oktober 2025 | 06.48 WIB

8 Frasa yang Digunakan Orang Percaya Diri untuk Mengakhiri Rasa Bersalahnya, Apa Saja?

Ilustrasi mengobrol dengan seseorang yang percaya diri (freepik)

JawaPos.com - Pernah merasa bersalah saat menolak permintaan atau berkata “tidak”? Ternyata, rasa bersalah bisa dimanfaatkan orang lain untuk mengendalikan emosi kita, fenomena ini disebut guilt trip.

Orang yang percaya diri menghadapi situasi ini dengan cara berbeda: mereka menjaga batasan diri, tetap tegas, dan tidak terjebak manipulasi emosional.

Dilansir dari laman Geediting, Kamis (23/10), berikut delapan frasa yang biasa digunakan orang percaya diri untuk menghentikan rasa bersalah

1. “Saya mengerti kalau Anda kecewa, tapi keputusan saya tetap berlaku”

Mengakui perasaan orang lain sambil menegaskan batasan diri. Cara ini efektif untuk menghentikan manipulasi tanpa kehilangan kendali.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Stoik yang Akan Membuat Anda Lebih Kuat Secara Mental Dibandingkan Dengan Orang Lain

2. “Saya sudah berdamai dengan keputusan saya”

Menunjukkan keputusan sudah matang dan tidak ada ruang untuk keraguan. Hal ini membantu menenangkan pikiran dan menghindari overthinking.

3. “Itu adalah interpretasi Anda”

Memisahkan persepsi orang lain dari kenyataan Anda. Menyadari bahwa emosi atau opini orang lain bukanlah fakta membuat kita tetap tenang dan fokus pada diri sendiri.

4. “Saat ini saya tidak bisa membicarakan hal ini”

Baca Juga: 4 Shio Paling Beruntung di Akhir Oktober 2025, Dikelilingi Hoki dan Keajaiban Hidup

Menegaskan ketidaksediaan tanpa menghindar. Teknik ini membantu mengatur energi emosional agar tidak terkuras oleh percakapan yang melelahkan.

5. “Saya tahu ini penting bagi Anda, tapi ini bukan tanggung jawab saya untuk menyelesaikannya”

Memisahkan empati dari keterikatan berlebihan. Dengan batasan yang jelas, kita tetap peduli tanpa terbebani urusan orang lain.

6. “Saya nyaman dengan keputusan saya”

Menunjukkan kepercayaan diri dan keyakinan pada diri sendiri. Menguatkan kemampuan untuk tetap tenang meski ada tekanan dari orang lain.

7. “Saya mendengar ada banyak tekanan dari apa yang Anda sampaikan”

Menyoroti tekanan yang diberikan tanpa menuduh. Cara ini menenangkan situasi dan membantu orang lain menyadari perilaku mereka.

8. “Saya menghargai hubungan kita, dan bagian dari itu adalah jujur tentang apa yang bisa dan tidak bisa saya lakukan”

Menggabungkan empati dengan ketegasan. Menjawab dari kejujuran membuat leverage emosional hilang dan menjaga hubungan tetap sehat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore