Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 18.46 WIB

Psikolog Ungkap Sisi Tersembunyi Orang Perfeksionis, dari Kebiasaan Unik Hingga Dampak Emosional

Psikolog Ungkap Sisi Tersembunyi Orang Perfeksionis, dari Kebiasaan Unik Hingga Dampak Emosional (Freepik) - Image

Psikolog Ungkap Sisi Tersembunyi Orang Perfeksionis, dari Kebiasaan Unik Hingga Dampak Emosional (Freepik)

JawaPos.com – Pernah bertemu orang yang selalu ingin segala sesuatu berjalan sempurna? Entah itu dalam pekerjaan, hubungan, atau hal kecil sehari-hari, mereka dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis. Perfeksionisme kerap dipandang sebagai kelebihan, namun sebenarnya sifat ini menyimpan kebiasaan unik yang menarik sekaligus berisiko bagi kesehatan mental.

Menurut penjelasan psikolog klinis Jiemi Ardian di akun TikTok pribadinya, perfeksionisme bukan hanya tentang standar tinggi. Lebih dari itu, perfeksionis cenderung memiliki pola pikir kaku, sulit menerima kesalahan, serta sangat kritis terhadap diri sendiri maupun orang lain. “Perfeksionis biasanya terus merasa apa yang dikerjakan belum cukup baik, meski orang lain sudah menilai sebaliknya,” jelas Jiemi.

Hal ini selaras dengan ulasan kanal Greatmind yang membahas akar psikologis perfeksionisme. Perfeksionisme sering kali terbentuk sejak masa kecil, terutama dari lingkungan yang menekankan pencapaian. Anak-anak yang terbiasa mendapatkan validasi hanya ketika berhasil, cenderung tumbuh dengan keyakinan bahwa kegagalan adalah hal yang memalukan.

Kebiasaan Unik yang Dimiliki Perfeksionis

Psikolog dari Dinamis Biro Psikologi menjelaskan bahwa orang perfeksionis memiliki sejumlah kebiasaan khas yang membedakan mereka dari orang lain. Misalnya:

  1. Membuat daftar panjang sebelum bertindak. Perfeksionis jarang mengambil langkah spontan. Semua hal perlu dipetakan agar hasil sesuai ekspektasi.

  • Mengoreksi hal-hal kecil berulang kali. Entah ejaan dalam dokumen atau detail dalam pekerjaan, perfeksionis bisa menghabiskan waktu lama hanya untuk hal sepele.

  • Cenderung sulit mendelegasikan tugas. Karena ingin hasil sesuai standar pribadi, mereka lebih memilih mengerjakan sendiri.

  • Sulit merasa puas. Meski sudah mendapat pujian, mereka tetap merasa belum cukup baik.

  • Mudah menunda pekerjaan. Ironisnya, karena terlalu takut salah, perfeksionis kadang menunda memulai sesuatu.

  • Kebiasaan ini diungkap pula oleh akun TikTok @putrithan. Ia menyebut perfeksionis sering terjebak dalam lingkaran overthinking yang menguras energi. “Perfeksionis bukan berarti rajin terus-menerus, tapi bisa jadi justru sering menunda karena takut gagal,” ujarnya.

    Dampak Positif Perfeksionisme

    Meski sering terdengar negatif, perfeksionisme juga memiliki sisi positif. Orang dengan sifat ini biasanya:

    • Teliti dan detail dalam bekerja.

  • Memiliki dedikasi tinggi untuk mencapai hasil terbaik.

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore