Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 04.13 WIB

Overthinking Bikin Hidup Nggak Tenang, Begini Penjelasan Psikolog dan Cara Keluar dari Lingkarannya

Ilustrasi pria yang ovethinking

JawaPos.com – Pernahkah kamu merasa terus memikirkan satu hal berulang-ulang tanpa henti, sampai sulit tidur atau merasa cemas berlebihan? Kondisi itu dikenal sebagai overthinking. Fenomena ini sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar pada kesehatan mental. Pertanyaannya, mengapa seseorang bisa terjebak dalam pola overthinking?

Menurut kanal edukasi Satu Persen – Indonesia Life School, overthinking terjadi ketika otak tidak berhenti memutar skenario masa lalu atau masa depan. Alih-alih menemukan solusi, pikiran justru berputar dalam lingkaran kecemasan. “Otak kita cenderung mencari rasa aman. Namun, dalam prosesnya justru menimbulkan stres baru ketika terlalu banyak skenario yang dipikirkan,” jelas narator dalam video edukasi mereka.

Fenomena ini juga dijelaskan oleh Axel Albertus dalam unggahan TikTok-nya. Ia menyoroti bahwa overthinking sering dipicu oleh rasa takut gagal. Saat seseorang ingin membuat keputusan penting, otak justru lebih fokus pada kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, daripada melihat peluang keberhasilan. Alhasil, seseorang terjebak dalam kondisi stagnan karena tidak berani melangkah.

Sementara itu, Vanessa Lee (@v_nessalee) menyebut bahwa overthinking erat kaitannya dengan low self-esteem atau rendahnya kepercayaan diri. Menurutnya, orang yang sering meragukan kemampuan diri lebih rentan mengalami overthinking. Setiap keputusan terasa berisiko, meski sebenarnya tidak sebesar yang dibayangkan.

Psikolog Adji S. Putro (@adjiesantosoputro.id) menambahkan bahwa kebiasaan ini juga terkait dengan pola asuh dan pengalaman masa lalu. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan penuh kritik atau tuntutan tinggi akan lebih mudah overthinking, karena terbiasa menilai diri sendiri dengan standar perfeksionis. “Rasa takut tidak cukup baik membuat pikiran sulit berhenti menganalisis,” jelasnya.

Selain itu, akun @ibunda.id menjelaskan bahwa faktor budaya juga memengaruhi. Di masyarakat yang menekankan kesempurnaan dan pencapaian, banyak orang akhirnya terjebak dalam tekanan sosial. Mereka merasa harus selalu membuat keputusan terbaik agar tidak mengecewakan orang lain. Inilah yang mendorong overthinking menjadi pola pikir yang sulit dilepaskan.

Dampak Overthinking pada Kesehatan Mental

Overthinking bukan hanya menguras energi, tetapi juga berbahaya untuk kesehatan mental. Menurut Satu Persen, kebiasaan berpikir berlebihan bisa memicu gangguan kecemasan (anxiety), depresi ringan, bahkan insomnia. Pikiran yang terus menerus dipenuhi skenario negatif akan membuat otak sulit beristirahat, sehingga kualitas hidup menurun drastis.

Tidak hanya mental, dampaknya juga terasa pada fisik. Beberapa penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang overthinking lebih rentan mengalami sakit kepala, mudah lelah, hingga masalah pencernaan akibat stres berkepanjangan.

Cara Mengatasi Pola Overthinking

Meski terdengar sulit, ada beberapa cara untuk keluar dari jebakan overthinking.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore