ILUSTRASI: Hubungan romansa dengan teknologi AI kini mulai dianggap hal umum di era digital. (Adobe Stock)
JawaPos.com - Sebuah studi baru memberikan bukti bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin terintegrasi dalam kehidupan romantis dan seksual manusia.
Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships. Jurnal itu menunjukkan bahwa sejumlah besar orang dewasa di Amerika Serikat (AS), terutama pria muda, melaporkan menggunakan alat AI seperti teman chatbot, citra seksual yang dihasilkan AI, dan akun media sosial yang mensimulasikan pasangan romantis yang ideal.
Dilansir dari Psypost, para peneliti juga menemukan keterlibatan yang lebih sering dengan teknologi ini dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi dan kepuasan hidup yang lebih rendah.
Dalam beberapa tahun terakhir, platform AI telah menyebar ke hampir setiap sektor masyarakat. Dari pembuatan gambar hingga program obrolan berbasis teks, alat AI semakin banyak digunakan untuk hiburan, produktivitas, dan bahkan dukungan emosional.
Meskipun banyak penelitian telah berfokus pada bagaimana AI memengaruhi pasar tenaga kerja, perilaku konsumen, dan opini publik, jauh lebih sedikit yang telah mengeksplorasi bagaimana teknologi ini mungkin membentuk kembali hubungan pribadi.
Meningkatnya minat media terhadap teman romantis berbasis AI, seperti chatbot yang menyimulasikan percakapan intim atau menghasilkan konten seksual, telah memicu kekhawatiran tentang kesepian, ketergantungan emosional, dan implikasi etis dari alat-alat ini.
Ada spekulasi bahwa beberapa orang mungkin menggunakan AI untuk melengkapi atau menggantikan keintiman manusia, tetapi data empiris tersebut masih terbatas.
Brian Willoughby mempelajari pola kencan dan hubungan dewasa muda dan telah mempelajari penggunaan pornografi sebagai bagian dari penelitiannya selama satu dekade.
"Saya penasaran bagaimana orang dewasa muda dan orang dewasa modern mungkin mulai mengintegrasikan teknologi AI generatif ke dalam kehidupan relasional mereka dan ingin melihat lebih awal seberapa umum praktik-praktik tersebut," kata penulis utama Brian Willoughby, seorang profesor di Brigham Young University.
Para peneliti menganalisis data dari survei nasional berskala besar yang diambil secara kuota yang dilakukan di Amerika Serikat. Sebanyak 2.969 orang dewasa menyelesaikan survei online ini, yang dirancang agar sesuai dengan komposisi demografis populasi AS berdasarkan jenis kelamin, usia, dan ras.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
