Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 03.06 WIB

Terbongkar! 6 Mitos Meditasi yang Bikin Kamu Gagal Seimbang dan jadi Lebih Santai

Ilustrasi orang sedang melakukan meditasi (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang sedang melakukan meditasi (Dok. Freepik)

JawaPos.com - ​Banyak orang menganggap meditasi sebagai kegiatan yang rumit dan hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu. Ada yang merasa tidak punya cukup waktu, sulit mengosongkan pikiran, atau bahkan tidak percaya dengan manfaatnya. 

Padahal, anggapan-anggapan ini hanyalah mitos yang sering kali menghalangi kita untuk mencoba dan merasakan manfaatnya.

Meditasi sebenarnya adalah alat yang bisa digunakan siapa saja untuk mencapai ketenangan batin. Tujuannya bukan untuk menghentikan pikiran, melainkan untuk mengamati dan memahaminya. 

Dengan meluruskan 6 kesalahpahaman umum ini, kamu akan menyadari bahwa meditasi jauh lebih mudah dan bermanfaat dari yang kamu bayangkan seperti dirangkum dari laman Your Tango, Minggu (7/9).

​1. "Meditasi Terlalu Banyak Menyita Waktu"

​Meditasi tidak harus dilakukan berjam-jam. Tujuan utamanya adalah menyegarkan pikiran, jadi meditasi singkat selama satu menit saja sudah cukup untuk memberikan efek relaksasi.

Kamu bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja, seperti saat menunggu di mobil atau ketika istirahat kerja. Momen-momen singkat untuk menyendiri inilah yang penting untuk mengisi ulang energimu.

​2. "Saya Tidak Bisa Mengosongkan Pikiran"

​Mitos paling umum tentang meditasi adalah bahwa kamu harus mengosongkan pikiran. Padahal, tujuan utamanya bukan itu. Sebaliknya, meditasi adalah tentang duduk dan mengamati pikiranmu tanpa perlu mengendalikannya. 

Dengan membiarkan pikiran datang dan pergi, kamu akan merasa lebih rileks. Mencoba mengosongkan pikiran justru bisa menimbulkan kecemasan, karena kamu merasa gagal jika tidak berhasil.

​3. "Saya Sudah Mencoba Meditasi dan Gagal"

​Ada lebih dari 100 teknik meditasi yang berbeda, jadi jika kamu merasa satu teknik tidak cocok, cobalah yang lain. Beberapa gaya, seperti meditasi transendental, mungkin terlalu kaku bagi sebagian orang. 

Meditasi harus menjadi sesuatu yang kamu nantikan karena manfaatnya, bukan beban. Temukan gaya yang paling sesuai dengan kepribadianmu, sama seperti saat kamu mencari mesin olahraga favorit di pusat kebugaran.

​4. "Saya Tidak Punya Mantra yang Tepat"

​Mantra hanyalah salah satu dari banyak gaya meditasi. Beberapa orang merasa pengulangan suara membantu mengalihkan pikiran mereka dan memberikan relaksasi. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore