Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 01.15 WIB

7 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Orang Tua yang Bikin Anak Enggan Terbuka Saat Dewasa

Ilustrasi kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua yang bikin anak enggan terbuka saat dewasa./freepik/ shurkin_son - Image

Ilustrasi kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua yang bikin anak enggan terbuka saat dewasa./freepik/ shurkin_son

JawaPos.com - Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak tetap terbuka dan nyaman berbagi cerita, bahkan ketika mereka sudah dewasa.

Kita berharap mereka mau curhat tentang perasaannya, keputusan hidup, maupun masalah yang mereka hadapi.

Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan dan sikap orang tua yang bisa membuat anak menutup diri dan jarang berbagi lagi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal penting yang sering memengaruhi komunikasi antara orang tua dan anak, serta bagaimana menciptakan hubungan yang hangat, aman, dan penuh pengertian agar mereka mau terbuka.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (27/8), berikut merupakan 7 kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua yang bikin anak enggan terbuka saat dewasa.

1. Membuat Mereka Merasa Bersalah

Menggunakan rasa bersalah untuk membuat anak patuh, seperti berkata, “Aku berkorban begitu banyak dan ini balasannya?” atau “Kalau kamu peduli, pasti akan menelepon lebih sering,” mungkin berhasil dalam jangka pendek.

Namun, strategi ini justru menimbulkan jarak emosional. Anak yang sudah dewasa akan merasa terpaksa berinteraksi bukan karena senang, melainkan karena takut mengecewakan.

Akibatnya, hubungan menjadi kurang hangat dan komunikasi semakin renggang. Sebagai alternatif, orang tua bisa mengganti rasa bersalah dengan ungkapan syukur dan penghargaan.

Misalnya, daripada mengeluh karena jarang bertemu, cobalah untuk mengatakan, “Senang sekali bisa bertemu denganmu, mari rencanakan pertemuan lagi.”

Ungkapan positif seperti ini membuat anak merasa dihargai, lebih termotivasi untuk dekat, dan membangun suasana hati yang hangat dalam hubungan keluarga.

2. Mengungkit Kesalahan Masa Lalu

Mengingatkan anak tentang kesalahan mereka di masa lalu, seperti kegagalan kuliah, hubungan yang kandas, atau kesalahan finansial, membuat mereka merasa malu, frustrasi, dan enggan terbuka lagi.

Setiap percakapan baru bisa terasa seperti pengadilan, sehingga anak enggan berbagi pengalaman atau perasaan mereka.

Memberikan pengampunan dan tidak terus-menerus membawa masa lalu adalah cara yang efektif untuk menciptakan ruang aman bagi anak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore