
Ilustrasi, seseorang yang memiliki tanda tak lazim dari seorang pemimpin. Freepik/ rawpixel.com.
JawaPos.com - Menjadi seorang pemimpin bukan hanya soal jabatan atau posisi di tempat kerja. Kepemimpinan sejati tercermin dari cara kamu membawa diri, mengambil keputusan, hingga memperlakukan orang-orang di sekitarmu.
Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan kecil yang sering kali tidak kamu sadari. Namun justru membuat orang lain mempertanyakan kapasitasmu sebagai seorang pemimpin.
Bukan berarti kamu harus menjadi sosok sempurna tanpa cela. Namun, jika kebiasaan-kebiasaan berikut dibiarkan, kredibilitasmu bisa runtuh perlahan. Tanpa sadar, tim akan kehilangan rasa hormat, rekan kerja menurunkan kepercayaan, bahkan bawahan terbaik bisa memilih hengkang.
Berikut 7 kebiasaan yang bisa membuat orang-orang meragukan kepemimpinanmu seperti dirangkum dari laman Your Tango!
1. Terlalu Santai dan Kurang Profesional
Kamu bisa saja cerdas, humoris, bahkan menyenangkan. Namun, sikap yang terlalu santai atau terkesan “main-main” bisa membuat orang lain meragukan otoritasmu. Dalam banyak kasus, gaya bicara yang terlalu bercanda dianggap mengurangi wibawa.
Coba periksa kembali, yakni apakah kamu sudah menjaga sikap profesional dalam setiap interaksi? Pemimpin yang tidak memancarkan aura profesionalitas seringkali kesulitan mendapatkan respek penuh dari timnya.
2. Salah Menempatkan Orang
Membangun tim yang solid bukan perkara mudah. Kesalahan terbesar seorang pemimpin adalah memilih orang yang salah untuk posisi penting. Penelitian Harvard Business Review menunjukkan bahwa ada individu yang memang cenderung meremehkan orang lain dan bisa merusak dinamika kerja.
Daripada mempertahankan anggota tim yang tidak berkomitmen, lebih baik kamu punya sedikit orang yang benar-benar berdedikasi. Memilih dengan cermat sejak awal bisa mencegah kerugian jangka panjang.
3. Membiarkan Diri Tidak Dihormati
Tempat kerja terkadang mirip dengan dinamika sekolah, begitu kamu membiarkan seseorang tidak menghormatimu, yang lain akan meniru. Sikap tidak hormat, baik berupa gosip, tantangan terbuka, atau sikap meremehkan, bisa menular dan merusak lingkungan kerja.
Pemimpin yang tegas akan segera menindak perilaku tersebut. Jika dibiarkan, suasana kerja jadi toksik, dan otoritasmu akan terkikis dengan cepat.
4. Meledak-ledak Secara Emosional
Ledakan emosi di kantor, entah berupa amukan atau bahkan tangisan, dapat menggerus kepercayaan bawahan. Orang-orang akan merasa tidak aman berada di bawah pimpinan yang tidak stabil emosinya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
