Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 06.29 WIB

8 Kalimat Tanpa Disadari Memicu Pertengkaran Lebih Banyak dari yang Anda Pikirkan

Ilustrasi dua orang yang sedang berdiskusi, menunjukkan tantangan dalam berkomunikasi yang sering terjadi dalam hubungan./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berdiskusi, menunjukkan tantangan dalam berkomunikasi yang sering terjadi dalam hubungan./Freepik

JawaPos.com - Dalam percakapan, kata-kata yang kita gunakan seringkali memiliki kekuatan tersembunyi.

Beberapa frasa tertentu dapat secara tidak sadar memicu pertengkaran yang tidak perlu. Frasa-frasa ini sering diucapkan tanpa niat buruk.

Kita mungkin tidak menyadari betapa merusaknya ungkapan ini terhadap komunikasi. Melansir dari Geediting.com Senin (11/8), ada delapan kalimat yang sebaiknya dihindari.

Mengenali ucapan ini adalah langkah pertama untuk membangun komunikasi yang lebih baik.

Berikut adalah delapan kalimat yang perlu diwaspadai dalam percakapan sehari-hari:

  1. "Tenanglah"

Mengucapkan kata ini kepada seseorang yang sedang emosi seringkali kontraproduktif. Kalimat ini bisa membuat orang lain merasa emosinya sedang diremehkan atau tidak valid. Ucapan ini dapat memperburuk keadaan.

  • "Kamu Selalu..." atau "Kamu Tidak Pernah..."

  • Frasa-frasa ini cenderung melebih-lebihkan suatu situasi tertentu. Kata-kata tersebut mengabaikan semua momen saat lawan bicara melakukan hal yang sebaliknya. Ini sering memicu lawan bicara untuk membela diri.

  • "Terserah"

  • Menggunakan kata ini sering kali menunjukkan sikap pasif dan ketidakpedulian terhadap pendapat orang lain. Ucapan ini mengisyaratkan tidak ingin lagi melanjutkan percakapan. Akibatnya, lawan bicara akan merasa tidak dihargai.

  • "Maaf, tapi..."

  • Kalimat ini sering digunakan untuk membuka kritik terhadap orang lain. Ungkapan "maaf" di sini terasa tidak tulus. Hal itu karena segera diikuti oleh pernyataan yang dapat menyakiti perasaan.

  • "Kalau Kamu Benar-benar Sayang Aku..."

  • Kalimat ini memanipulasi emosi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Ini menempatkan beban emosional yang tidak adil pada lawan bicara. Ucapan ini dapat menimbulkan rasa bersalah yang kuat.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore