Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 04.25 WIB

7 Sifat Unik Orang yang Tumbuh dengan Ibu yang Jauh Secara Emosional, Sulit Mempercayai Orang Lain Salah Satunya

Sulit mempercayai orang lain adalah salah satu sifat unik seseorang yang tumbuh dengan ibu yang jauh secara emosional (freepik)

JawaPos.com – Tidak semua hubungan ibu-anak terjalin dengan kedekatan emosional yang hangat. Bagi sebagian orang, tumbuh dengan ibu yang jauh secara emosional membentuk sifat dan kepribadian yang berbeda dibanding mereka yang dibesarkan dengan kelekatan emosional yang kuat.

Dari sudut pandang psikologi, pengalaman ini dapat memengaruhi cara seseorang melihat dunia, menjalin hubungan, dan menghadapi tantangan hidup.

Meski terdengar berat, banyak sifat unik yang terbentuk dari pengalaman ini mulai dari kemandirian luar biasa hingga kemampuan membaca emosi orang lain dengan sangat akurat sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (11/8) sebagai berikut :

  1. Sangat mandiri

Orang yang tumbuh dengan ibu yang jauh secara emosional sering kali belajar mengandalkan diri sendiri sejak kecil. Mereka terbiasa menyelesaikan masalah tanpa banyak bantuan emosional, sehingga membentuk kepribadian yang self-reliant

Menurut penelitian dari Zimmer-Gembeck & Skinner (2011), anak yang mendapatkan dukungan emosional rendah dari orang tua cenderung mengembangkan sifat mandiri yang kuat.

Kelebihannya adalah mereka mampu bertahan dalam situasi sulit dan kekurangannya adalah mereka bisa kesulitan meminta bantuan meski sangat membutuhkannya.

  1. Ahli dalam membaca emosi orang lain

Kurangnya komunikasi emosional di masa kecil membuat mereka peka terhadap sinyal nonverbal dari orang lain. 

Studi oleh Pollak et al. (2000) menemukan bahwa anak yang mengalami kekurangan interaksi emosional mampu mengenali ekspresi wajah dengan lebih cepat dibanding anak pada umumnya. 

Keterampilan ini bisa menjadi aset besar dalam pekerjaan atau hubungan sosial. 

  1. Cenderung perfeksionis

Tidak adanya validasi emosional dari ibu dapat membuat anak merasa harus “sempurna” agar diakui. Perfeksionisme ini sering kali berakar pada kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan eksternal.

Menurut Flett & Hewitt (2002), perfeksionisme sering berkembang pada individu yang tumbuh di lingkungan penuh tuntutan atau minim dukungan emosional. Meski dapat mendorong pencapaian tinggi, sifat ini juga bisa memicu kecemasan dan burnout

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore