Sulit mempercayai orang lain adalah salah satu sifat unik seseorang yang tumbuh dengan ibu yang jauh secara emosional (freepik)
JawaPos.com – Tidak semua hubungan ibu-anak terjalin dengan kedekatan emosional yang hangat. Bagi sebagian orang, tumbuh dengan ibu yang jauh secara emosional membentuk sifat dan kepribadian yang berbeda dibanding mereka yang dibesarkan dengan kelekatan emosional yang kuat.
Dari sudut pandang psikologi, pengalaman ini dapat memengaruhi cara seseorang melihat dunia, menjalin hubungan, dan menghadapi tantangan hidup.
Meski terdengar berat, banyak sifat unik yang terbentuk dari pengalaman ini mulai dari kemandirian luar biasa hingga kemampuan membaca emosi orang lain dengan sangat akurat sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (11/8) sebagai berikut :
Orang yang tumbuh dengan ibu yang jauh secara emosional sering kali belajar mengandalkan diri sendiri sejak kecil. Mereka terbiasa menyelesaikan masalah tanpa banyak bantuan emosional, sehingga membentuk kepribadian yang self-reliant.
Menurut penelitian dari Zimmer-Gembeck & Skinner (2011), anak yang mendapatkan dukungan emosional rendah dari orang tua cenderung mengembangkan sifat mandiri yang kuat.
Kelebihannya adalah mereka mampu bertahan dalam situasi sulit dan kekurangannya adalah mereka bisa kesulitan meminta bantuan meski sangat membutuhkannya.
Kurangnya komunikasi emosional di masa kecil membuat mereka peka terhadap sinyal nonverbal dari orang lain.
Studi oleh Pollak et al. (2000) menemukan bahwa anak yang mengalami kekurangan interaksi emosional mampu mengenali ekspresi wajah dengan lebih cepat dibanding anak pada umumnya.
Keterampilan ini bisa menjadi aset besar dalam pekerjaan atau hubungan sosial.
Tidak adanya validasi emosional dari ibu dapat membuat anak merasa harus “sempurna” agar diakui. Perfeksionisme ini sering kali berakar pada kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan eksternal.
Menurut Flett & Hewitt (2002), perfeksionisme sering berkembang pada individu yang tumbuh di lingkungan penuh tuntutan atau minim dukungan emosional. Meski dapat mendorong pencapaian tinggi, sifat ini juga bisa memicu kecemasan dan burnout.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
