Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 17.21 WIB

Trauma Masa Kecil Tidak Disadari, Terlihat dari Caramu Memperlakukan Diri Sendiri

ilustrasi refleksi diri seorang individu di cermin, menunjukkan proses introspeksi dan penemuan luka batin yang tersembunyi./Freepik - Image

ilustrasi refleksi diri seorang individu di cermin, menunjukkan proses introspeksi dan penemuan luka batin yang tersembunyi./Freepik

JawaPos.com - Trauma masa kecil tidak selalu berasal dari kenangan dramatis atau peristiwa besar. Dampaknya seringkali lebih halus, namun tetap kuat memengaruhi kehidupan kita. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki luka batin ini.

Luka tersebut muncul dalam cara kita memperlakukan diri sendiri sehari-hari. Melansir dari Geediting.com Sabtu (9/8), ini adalah mekanisme perlindungan yang berkembang saat kita masih kecil. Perilaku tersebut tanpa disadari terus terbawa hingga dewasa.

Berikut adalah beberapa indikasi trauma masa kecil yang tercermin dari cara Anda memperlakukan diri sendiri:

  1. Kritik Diri Kronis

Kritik diri yang terus-menerus adalah satu di antara tanda utama. Ini menciptakan kondisi stres internal yang tinggi. Kondisi ini mirip dengan kewaspadaan berlebihan para penyintas trauma.

  • Ketegangan Fisik yang Tidak Disadari

  • Tubuh memiliki cara sendiri untuk menyimpan memori trauma. Tahun-tahun perlakuan keras pada diri sendiri menciptakan ketegangan fisik. Ketegangan itu ada di otot, pola pernapasan, dan respons sistem saraf.

  • Sistem Saraf 'Siaga'

  • Sistem saraf Anda mungkin terjebak dalam mode 'siaga' atau 'fight-or-flight'. Kondisi ini terjadi karena kecemasan kronis dan terus-menerus. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi tubuh terus waspada.

  • Perfeksionisme Berlebihan

  • Fokus berlebihan untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna adalah mekanisme perlindungan diri. Ini mencegah seseorang benar-benar menikmati hidup. Anda terlalu sibuk dengan perfeksionisme hingga lupa menikmati.

  • Perlahan tapi Pasti

  • Praktik penyembuhan tidak selalu dramatis atau kompleks. Mereka adalah tindakan kecil yang konsisten untuk memperlakukan diri sendiri dengan baik. Anda harus belajar menjadi orang tua yang berbeda bagi diri Anda.

  • Mengubah Kebiasaan Buruk

  • Perilaku yang merugikan diri sendiri bukanlah ciri kepribadian yang tetap. Itu adalah perilaku yang dipelajari selama bertahun-tahun. Anda memiliki kekuatan penuh untuk mengubahnya.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore