Ilustrasi remaja menggunakan media sosial (Freepik)
JawaPos.com – Konten media sosial yang menampilkan perilaku menyakiti diri sendiri dapat memperburuk kondisi psikologis remaja.
Perilaku menyakiti diri sendiri merupakan tindakan melukai tubuh secara sengaja tanpa niat untuk mengakhiri hidup.
Memahami keterkaitan media sosial dan perilaku menyakiti diri sendiri membantu mengurangi risiko dan mencegah akibat fatal.
Berikut cara media sosial mempengaruhi perilaku menyakiti diri sendiri dan dampaknya bagi remaja secara psikologis dilansir dari laman Social Media Victims, Kamis (31/7):
Baca Juga: Cara Mengurangi Dampak Negatif Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja secara Efektif
1. Normalisasi Tindakan Menyakiti
Media sosial memudahkan penyebaran konten yang menampilkan perilaku menyakiti diri sendiri secara eksplisit. Konten ini menciptakan persepsi bahwa perilaku tersebut wajar dilakukan saat menghadapi tekanan emosional.
Remaja yang merasa kesepian atau tidak dipahami cenderung tertarik mengikuti perilaku serupa. Paparan berulang terhadap konten tersebut meningkatkan risiko melakukan luka yang lebih parah.
Baca Juga: Cara Media Sosial Meningkatkan Risiko Gangguan Makan pada Anak dan Remaja melalui Konten Visual dan Algoritma
2. Gambar dan Video sebagai Pemicu
Citra visual tentang menyakiti diri sendiri memicu emosi negatif dan rasa tertantang untuk meniru. Banyak remaja menggunakan gambar tersebut sebagai motivasi untuk menyakiti diri lebih parah.
Interaksi positif di kolom komentar dapat memperkuat perilaku menyimpang. Tekanan untuk mendapatkan validasi dari unggahan ini memperburuk kondisi mental remaja.
3. Efek Perundungan Siber
Perundungan siber meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Remaja korban perundungan siber merasa tidak aman, bahkan di lingkungan rumah.
Tekanan dari komentar negatif mendorong tindakan impulsif yang membahayakan diri sendiri. Remaja LGBT menjadi kelompok paling rentan terhadap perundungan di media sosial.
4. Eksploitasi dan Pelecehan Daring
Predator memanfaatkan platform digital untuk mendekati dan memanipulasi remaja. Pelecehan seksual berbasis daring menyebabkan trauma emosional yang mendorong perilaku menyakiti diri.
Sexting dan grooming memperkuat rasa bersalah serta rasa diri tidak berharga. Rasa malu dan ketakutan membuat remaja enggan mencari bantuan profesional.
5. Citra Tubuh dan Gangguan Makan
Paparan konten tubuh ideal memicu ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh sendiri. Wanita dengan gangguan makan memiliki risiko lebih tinggi untuk melukai diri sendiri.
Perbandingan sosial yang berulang memperparah kritik terhadap diri sendiri. Keinginan memenuhi standar estetika mendorong perilaku destruktif secara fisik.
6. Kecanduan Platform Digital
Remaja yang kecanduan media sosial mengalami kesulitan mengontrol durasi penggunaan. Notifikasi dan interaksi sosial digital mempengaruhi sistem penghargaan otak seperti zat adiktif.
Paparan konten menyakiti diri secara terus-menerus memperburuk keadaan psikologis. Kurangnya waktu tidur dan meningkatnya isolasi sosial memperkuat keinginan menyakiti diri.
7. Paparan Tanpa Disengaja
Remaja sering kali menemukan konten menyakiti diri tanpa sengaja saat menjelajahi media sosial. Tagar yang disamarkan membuat konten berbahaya lebih mudah tersebar.
Konten tersebut tetap dapat diakses meskipun telah diberi peringatan atau dibatasi. Paparan pasif ini cukup untuk memicu keingintahuan dan tindakan nyata.
Paparan konten menyakiti diri sendiri di media sosial berpotensi memperparah kondisi psikologis remaja dan meningkatkan risiko tindakan destruktif.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
