Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 22.23 WIB

Orang yang Tumbuh dengan Keterbatasan Finansial, Cenderung Mengembangkan 5 Kebiasaan Ini

Ilustrasi orang yang tumbuh dengan keterbatasan finansial. - Image

Ilustrasi orang yang tumbuh dengan keterbatasan finansial.

JawaPos.com - Keterbatasan finansial menjadikan seseorang berjuang lebih tangguh lagi, karena bagaimana pun juga kebutuhan hidup ini tidak terlepas dari uang.

Mengutip dari laman Generali pada Senin (14/07) masalah finansial memang selalu menjadi sumber utama tekanan dan kekhawatiran bagi banyak orang.

Dilansir dari laman Expert Editor pada Senin (14/07) orang yang tumbuh dengan keterbatasan finansial cenderung mengembangkan 5 kebiasaan ini :

1. Lebih fokus pada keberlangsungan hidup sehari-hari

Ketika tumbuh besar di rumah tangga yang kekhawatiran utamanya adalah apakah ada cukup uang untuk belanja bahan makanan minggu ini atau apakah tagihan listrik dapat dibayar tepat Waktu.

Mereka mengembangkan "pandangan sempit" tentang uang. Sehingga menjadi sangat pandai mengelola situasi saat ini.

2. Menghindari risiko keuangan dengan segala cara

Ini sesuatu yang mungkin mengejutkan adalah tumbuh besar dengan ketidakstabilan finansial sering kali membuat kamu lebih menghindari risiko dalam mengelola uang, bukan sebaliknya.

Para peneliti telah menemukan bahwa anak muda dari latar belakang berpenghasilan tinggi cenderung memiliki literasi keuangan yang lebih baik daripada mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Selain itu, orang dengan literasi keuangan rendah lebih menghindari risiko, seringkali hanya bergantung pada deposito atau investasi mata uang asing.

3. Merasa tidak nyaman meminta bantuan atau peluang

Tumbuh besar dalam keluarga dengan sumber daya terbatas sering kali berarti belajar mandiri sejak dini. Ada kebanggaan di dalamnya, yakni mengetahui mampu bertahan, menemukan solusi, dan tidak membebani orang lain.

Namun, hal itu juga dapat menciptakan titik buta ketika menyadari bahwa meminta bantuan atau mencari peluang bukanlah kelemahan, melainkan strategi.

4. Merasa bersalah soal uang

Ketika seseorang tumbuh besar melihat orang tuanya terus-menerus berkorban, ketika tahu bahwa membelikan sepatu baru berarti Ibu tidak memiliki sesuatu yang dibutuhkannya, hingga menangkap gagasan bahwa menghabiskan uang untuk diri sendiri adalah egois.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore