Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 16.22 WIB

Pengalaman Masa Kecil Bentuk Kebiasaan Oversharing Saat Pertama Bertemu Orang

Ilustrasi seseorang yang sedang bercerita dengan ekspresi terbuka, sementara lawan bicaranya menunjukkan raut wajah sedikit terkejut./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang bercerita dengan ekspresi terbuka, sementara lawan bicaranya menunjukkan raut wajah sedikit terkejut./Freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang langsung bercerita banyak hal pribadi dalam beberapa menit pertama perkenalan?

Kebiasaan ini, yang dikenal sebagai oversharing, sering kali menarik perhatian banyak orang. Perilaku ini bukan tanpa sebab, melainkan punya akar yang dalam dari masa lalu seseorang.

Melansir dari Geediting.com Jumat (4/7), ada korelasi menarik antara oversharing dan pengalaman masa kecil.

Tujuh pengalaman umum di masa kecil sering berkontribusi pada kebiasaan ini saat dewasa. Memahami latar belakang ini penting untuk melihat mereka dengan empati.

1. Tiadanya Batasan Sejak Dini

Orang yang terbiasa oversharing mungkin tumbuh tanpa batasan jelas pada masa kanak-kanak. Mereka kemungkinan terekspos percakapan orang dewasa terlalu dini. Hal ini dapat menyebabkan pemahaman yang menyimpang tentang privasi.

Mereka tidak belajar apa yang seharusnya bersifat pribadi. Akibatnya, mereka cenderung berbagi terlalu banyak informasi dengan orang lain.

2. Lingkungan Penuh Validasi

Satu di antara pemicu oversharing adalah lingkungan masa kecil yang sangat memvalidasi. Individu mungkin belajar mencari pengakuan dengan berbagi detail intim. Ini mencerminkan perilaku orang tua atau pengasuh mereka.

Mereka merasa dihargai saat mengungkapkan segala sesuatu. Karena itu, mereka terus mengulang pola ini dalam interaksi sosial.

3. Gaya Keterikatan Tidak Aman

Gaya keterikatan yang tidak aman, akibat perawatan tidak konsisten, juga berperan besar. Ini menyebabkan oversharing sebagai upaya menjalin koneksi cepat. Tujuannya adalah menghindari penolakan yang mereka rasakan.

Mereka ingin segera merasa terhubung dengan orang lain. Perilaku ini muncul dari rasa cemas akan ditinggalkan sendirian.

4. Bertahan dengan Paling Berisik

Di rumah tangga yang kompetitif, oversharing bisa jadi teknik bertahan hidup untuk menarik perhatian. Anak-anak mungkin merasa perlu berbicara paling banyak. Tujuannya agar suara mereka didengar dan diperhatikan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore