
Ilustrasi seseorang menatap layar ponsel, mencerminkan keraguan untuk memulai percakapan, dikelilingi oleh notifikasi pesan yang masuk./Freepik
JawaPos.com - Di era komunikasi digital seperti sekarang, ada kebiasaan menarik yang kerap diperhatikan psikolog sosial.
Beberapa orang tampaknya tidak pernah menjadi yang pertama mengirim pesan, sebuah kebiasaan yang terkadang membuat orang lain kesal. Fenomena "tidak pernah mengirim pesan duluan" ini menyimpan delapan ciri unik yang menarik untuk dipelajari.
Perilaku ini bisa jadi tidak berbahaya, terkadang justru merugikan hubungan, bahkan ada yang menunjukkan tanda kesehatan mental.
Melansir dari Geediting.com Sabtu (28/6), memahami sifat-sifat ini membantu kita memahami lebih dalam dinamika hubungan digital. Mari kita selami delapan karakteristik khusus mereka yang jarang memulai pesan.
1. Menghargai Otonomi Diri Daripada Inisiasi
Orang-orang ini memprioritaskan kemandirian mereka dalam berinteraksi. Mereka menganggap mengirim pesan duluan seperti meminta waktu orang lain, lebih suka tawaran itu datang sendiri. Ini sejalan dengan Teori Penentuan Diri, di mana keinginan mengarahkan diri sendiri dapat mengalahkan kebutuhan akan koneksi.
Mereka merasa menjangkau duluan seperti menyerahkan kebebasan diri sendiri. Pola pikir ini bisa meluas ke interaksi sosial lainnya. Hal itu berpotensi menyebabkan isolasi jika tidak diseimbangkan dengan baik.
2. Menguji Komitmen Orang Lain
Dengan tidak mengirim pesan duluan, mereka secara tidak langsung memaksa orang lain membuktikan kepeduliannya. Ini adalah strategi "pencarian kedekatan", di mana mereka menunggu bukti keamanan ikatan itu. Meskipun bisa mengurangi kecemasan sesaat, strategi ini dapat menjadi bumerang.
Pesan yang tidak dibalas atau keheningan mereka mungkin ditafsirkan sebagai ketidakpedulian oleh pihak yang diuji. Hubungan bisa rusak karena misinterpretasi. Kesalahpahaman ini menghambat terjalinnya koneksi.
3. Ketakutan Akan Penolakan
Bagi mereka yang sangat sensitif terhadap penolakan, notifikasi "terlihat" yang diabaikan bisa sangat menyakitkan. Menunggu orang lain memulai duluan menghindari risiko harga diri tergantung pada responsivitas orang lain. Namun, perilaku ini bisa menjadi ramalan yang terpenuhi sendiri.
Orang lain mungkin salah mengartikan keheningan sebagai ketidaktertarikan. Pada akhirnya, mereka berhenti mencoba sama sekali. Ini menciptakan lingkaran setan dalam hubungan interpersonal.
4. Gaya Komunikasi yang Reflektif
Satu di antara cirinya adalah memiliki gaya komunikasi yang cenderung reflektif. Introvert, pemikir mendalam, atau mereka yang memiliki beban kognitif tinggi lebih suka menanggapi daripada memulai percakapan. Ini memungkinkan mereka mencurahkan seluruh kemampuan berpikir untuk memberikan balasan yang cermat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
