
ilustrasi seorang tampak lelah di meja kerja kantor. (Freepik)
JawaPos.com - Masa kecil yang minim kehangatan dan kasih sayang emosional dari orang tua membentuk pola perilaku unik saat dewasa. Pengalaman hidup seperti ini secara mendalam dapat memengaruhi perkembangan emosional dan hubungan interpersonal.
Faktanya, melansir dari Geediting.com, pengalaman ini sering kali menghasilkan sifat-sifat yang terlihat sebagai mekanisme pertahanan diri.
Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan tanpa rasa aman secara emosional mengembangkan strategi bertahan.
Strategi tersebut kemudian terbawa hingga dewasa, memengaruhi cara mereka berhubungan dengan orang lain. Mari kita kenali tujuh sifat yang umum terlihat pada individu dewasa dengan latar belakang ini.
1. Sulit untuk Mempercayai Orang Lain
Kurangnya kehangatan saat kecil membuat mereka membangun dinding perlindungan yang tinggi di sekeliling hati. Individu ini belajar bahwa orang dapat mengecewakan atau pergi kapan saja, sehingga mereka sulit percaya. Mereka cenderung menjaga jarak, meskipun sebenarnya sangat mendambakan kedekatan yang nyata.
2. Kesulitan Mengekspresikan Emosi
Ketika kehangatan dan ekspresi emosi tidak pernah dicontohkan, mereka tidak tahu cara melakukannya dengan baik. Mereka mungkin merasakan emosi yang sangat dalam, tetapi kesulitan mengungkapkannya dalam kata-kata yang jelas. Kerentanan emosional terasa sangat berbahaya, sehingga mereka memilih untuk menutupinya.
3. Terlalu Mengandalkan Kemandirian
Kemandirian adalah sebuah kekuatan, tetapi bagi orang yang kurang kasih sayang, itu menjadi perisai utama mereka. Mereka belajar sejak dini bahwa mengandalkan orang lain hanya akan menimbulkan rasa kecewa dan sakit hati. Mereka menjadi sangat mandiri dan enggan meminta bantuan, menganggapnya sebagai kelemahan.
4. Mengaitkan Harga Diri dengan Pencapaian
Satu di antara sifat yang menonjol adalah kebiasaan mengikatkan harga diri pada keberhasilan dan pencapaian tertentu. Mereka percaya bahwa jika mereka cukup sukses, barulah mereka layak mendapatkan cinta dan perhatian. Mereka akan terus mendorong diri untuk berprestasi, mencari validasi eksternal yang hilang.
5. Cenderung Takut akan Penolakan
Rasa takut akan penolakan ini berakar sangat dalam, seringkali karena mereka merasa tidak layak untuk dicintai. Setiap penolakan yang terjadi terasa seperti pukulan keras yang mengonfirmasi rasa tidak berharga diri mereka. Ketakutan ini dapat menyebabkan perilaku menyenangkan orang lain atau kesulitan menetapkan batasan.
6. Bermasalah dalam Memberi atau Menerima Kasih Sayang
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022